SELAMAT DATANG DI SAMPOERNA ACADEMY SMAN 10 MALANG

Jl. Danau Grati No. 1 Malang Telp./Fax 0341-719300,717300, JAWA TIMUR - INDONESIA

Komitmen Bersama untuk meningkatkan "Perpustakaan Sebagai Pusat Ilmu dan Kreativitas" DIGITAL LIBRARY

Kamis, 30 April 2009

GAMBAR / FOTO LUCU

Bayi mandi pakai mesin cuci piring
Spiderman 4
Ojek Toilet...

Rabu, 29 April 2009

PELAJAR IDEAL... GURU PROFESIONAL...

PELAJAR IDEAL...
Sekolah merupakan jembatan emas menuju masa depan yang gemilang. Dengan bersekolah orang belajar berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk mempersiapkan masa depan. Mereka yang sukses selalu mereka yang bersekolah. Jarang (bahkan tidak ada) buta huruf & buta aksara yang meraih sukses. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa setiap orang yang bersekolah (automaticly) akan memiliki masa depan yang cerah. Karena masa depan merupakan sesuatu yang berbeda dengan masa sekarang. Masa sekarang (bersekolah) terasa sangat indah, romantis, bersahabat dan nyaman. Sementara masa depan yang berjarak lima, delapan, atau sepuluh tahun dari sekarang akan diwarnai oleh persaingan (kompetisi), dan tuntutan kebutuhan hidup yang kompleks.Pada era globalisasi, kita tidak hanya berkompetisi dengan kerabat sekampus atau sekampung. Tetapi setiap orang (mau atau tidak mau) akan berkompetisi dengan orang lain dari berbagai belahan bumi. Ada orang Amerika, Inggris, Australia, Malaisia, Singapore, Arab Saudi, dan lain-lain. Jaminan untuk bertahan (eksis) adalah keterampilan dan profesionalisme. Setiap orang mesti memiliki keterampilan dan/untuk menjalani profesi tertentu. Keterampilan merupakan seperangkat keahlian (teknis) untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas tertentu dalam tempo yang relatif singkat. Keterampilan yang didukung oleh konsep dan apresiasi terhadap pekerjaan secara fokus, konprehensif dan utuh akan melahirkan profesionalisme. Untuk memiliki profesi (menyandang status profesional) orang mesti memiliki keterampilan, pekerjaan dan kualifikasi pendidikan yang koheren. Artinya, keterampilan, dan pekerjaannya didasari oleh kualifikasi pendidikan yang relevan; atau sebaliknya kualifikasi pendidikan mendukung keterampilan dan pekerjaannnya.Oleh karena itu, perencanaan studi, profesi, karier dan masa depan merupakan salah satu hal yang penting bagi anak sekolah selain prestasi akademik. Sejak di bangku sekolah keputusan tentang profesi yang akan dipilih harus dibuat.

Tipe Pelajar
Berdasarkan dua kriteria tersebut yakni perencanaan masa depan dan prestasi akademik, maka tipe pelajar dapat dibagi dalam 6 kategori. Secara sederhana hal tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

1. Pelajar tipe A
Dalam klasifikasi ini, pelajar tipe A ditandai oleh prestasi akademik yang tinggi dan perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 7,5 – 9. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, menganalisis, aplikasi, kesopanan, dan akhlakul karimah. Pada sisi lain, dalam pikiran atau perasaannya telah tergambar (visualisasi) seseorang yang profesional. Mungkin ia menggambarkan dirinya sebagai dokter, tentara, guru, ustadz, mekanik, wartawan, pegiat sosial, penulis pada tiga,
lima atau delapan tahun dari sekarang.
2. Pelajar tipe B
Pelajar tipe B ditandai oleh prestasi akademik sedang dan memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 6 – 7,5. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, menganalisis, aplikasi, yang tiak terlalu brilyan. Nilai raport tersebut juga mencerminkan dan akhlakul karimah. Meskipun tidak terlalu brilyant, dalam pikiran atau perasaannya telah tergambar (visualisasi) seseorang yang profesional. Mungkin ia menggambarkan dirinya sebagai perawat, dokter, tentara, guru, ustadz, mekanik, montir, pedagang, kontraktor, wartawan, pegiat sosial, penulis pada tiga, lima atau delapan tahun dari sekarang.
3. Pelajar tipe C
Pelajar tipe C ditandai oleh prestasi akademik yang rendah tetapi memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 5 – 6. Angka tersebut merupakan angka repetisi (mengulang) kelas setelah tinggal kelas. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, yang rendah. Meskipun demikian, dalam pikiran atau perasaannya telah tergambar (visualisasi) seseorang yang profesional. Mungkin ia menggambarkan dirinya sebagai tentara, mekanik, pegiat sosial, pedagang, pengendara (driver), satpam, karyawan pada tiga,lima atau delapan tahun dari sekarang.
4. Pelajar tipe D
Pelajar tipe D ditandai oleh prestasi akademik yang tinggi tetapi tidak memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 7,5 - 9. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, menganalisis, aplikasi, kesopanan, dan akhlakul karimah. Meskipun demikian, ia tidak memiliki arah dan cita-cita yang realistis. Ia hanya menggambarkan dirinya menjadi orang yang hebat, terkenal, dan tersohor. Gambaran tersebut bersifat sumir. Tidak real.
5. Pelajar tipe E
Pelajar tipe E ditandai oleh prestasi akademik yang sedang tetapi tidak memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 6 - 7,5. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, menganalisis, aplikasi, kesopanan, dan akhlakul karimah. Secara akademis tergolong menengah. Meskipun demikian, ia tidak memiliki arah dan cita-cita yang realistis. Sama seperti pelajar tipe D, ia menggambarkan dirinya (pada masa depan) menjadi orang yang hebat, terkenal, dan tersohor, tetapi tidak konkrit/real. Mungkin ia berpandangan bahwa suatu saat (di masa yang akan datang) setelah merampungkan studi (sekolah) ia akan bekerja pada organisasi atau instansi atau perusahaan.
6. Pelajar tipe F
Pelajar tipe F ditandai oleh prestasi akademik yang rendah dan tidak memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka sangat jelek. Sebagaimana halnya pelajar pada tipe C mereka tinggal kelas, dan baru naik kelas setelah mengulang. Kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, hanya pas-pasan. Di samping itu mereka tidak memiliki arah dan cita-cita yang realistis. Ia bahkan tidak pernah atau tidak berani menggambarkan dirinya menjadi orang yang profesional. Ia bersekolah hanya untuk mengikuti irama sosial. Boleh jadi di sekolah ia tidak memiliki motivasi.
Menjadi Pelajar Ideal.
Berdasarkan klasifikasi tersebut di atas, maka menjadi pelajar ideal berarti menjadi pelajar tipe A & B. Ciri khas pelajar tipe A & B adalah memiliki perencanaan masa depan yang real sejak dini. Di samping itu mereka juga memiliki intelegensi yang baik. Prestasi akademik dan akhlak mereka baik. Dengan karakteristik tersebut mereka menjadi orang yang sangat diharapkan oleh orang tua, guru, bangsa, negara dan agama.
GURU PROFESIONAL...
Tidak mudah menjadi guru yang baik, dikagumi dan dihormati oleh anak didik, masyarakat sekitar dan rekan seprofesi. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk mendapat pengakuan sebagai guru yang baik dan berhasil.

Pertama.
Berusahalah tampil di muka kelas dengan prima. Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika perlu, ketika berbicara di muka kelasa tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan.

Kedua.
Berlakulah bijaksana. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda. Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol.

Ketiga.
Berusahalah selalu ceria di muka kelas. Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang mengajar.

Keempat.
Kendalikan emosi. Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Ingat siswa yang kita ajar adalah remaja yang masih sangat labil emasinya. Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita, apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.

Kelima.
Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Janganlah merasa malu karena hal ini. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi. Untuk menghindari kejadian seperti ini, berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Jangan bosan belajar. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marah-marah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika siswa sudah tidak beranibertanya, jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil.
Keenam.
Memiliki rasa malu dan rasa takut. Untuk menjadi guru yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.

Ketujuh.
Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya. Di negeri ini banyak semboyan-semboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru. Kita harus bisa menerima kenyataan ini, jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merigikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Jangan pusingkan gunjingan orang lain, ingatlah pepatah “anjing menggonggong bajaj berlalu.”

Kedelapan.
Tidak sombong.Tidak menyombongkan diri di hadapan murid/jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Namun pangillah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik, tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa.

Kesembilan.
Berlakulah adil. Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu Serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai.

Kenapa Kita harus Belajar Komputer & Teknologi Informasi

Dijaman seperti sekarang ini, dimana semua nya serba canggih dah nggak seperti jaman nenek moyang kita dulu, kalo ngolah data masih manual, main tulis, atau ketik terus pakai mesin tis sampai jempol n telunjuknya kapalan (he…he..he… nostalgia kelabu pakai mesin tik). Sekarang apa apa serba komputerisasi. Mulai anak TK saja sekarang dah kenal yang namanya komputer. Malah dah pada keren keren pengetahuan tentang komputer tuh anak anak kecil. Termasuk penguasaan hardware komputer, penguasaan software dan operating system, . Pokoknya komputer sekarang sudah menjadi bagian yang penting untuk membantu manusia mengerjakan tugas tugasnya.Entah itu dikantor, entah di sekolah entah dirumah, komputer pasti dibutuhkan dan sangat membantu sekali.Nah, awas tuh yang punya komputer cangih, tapi tidak didaya-gunakan. kacian, deh.Dan hampir setiap rumah pasti memiliki komputer atau laptop. Soalnya hari geni gak punya kompie ? Ngak gaul, deh….
Dan di masa yang semakin dan semakin maju ini, tidak bisa mengoperasikan komputer merupakan salah satu hal yang sifatnya agak memalukan ( tenang masih agak kok, belum sangat memalukan). Sebab kebanyakan sekarang tugas sekolah maupun kuliah kebanyakan melibatkan komputer sebagai media atau alat buat mengolah data. Belum lagi kalo tugas kudu nyari di internet, otomatis kan kudu pake perantara komputer. Bisa si pake HP, Cuma kok capek aja tuh mata pelototin tuh hp yang kecilJadi mau nggak mau, suka ndak suka meski bukan bidangnya, kan teteup harus dan kudu bisa komputer. Meski sekedar ngetik atau buka windows explore :D. Pokoknya yang penting ngerti dah…gak usah muluk muluk bisa bongkar regedit segala.
So dari sini kita jadi punya alasan kenapa kok belajar komputer. Paling nggak biar ngerti gimana cara menggunakannya kalo suatu waktu disuruh dosen atau guru nyari tugas, atau bikin laporan. Biar kita nggak disebut katro atau gaptek di jaman yang apa apa sudah di bikin sistem komputerisasi. Biar kalo ke warnet ndak malu sama operatornya yang cakep gara gara kebanyakan nanya . soalnya ada tuh yang ke warnet tapi cara nyalain komputernya aja kagak tau caranya ^^. Hari gini gitu loh ….(Oops…bukan menghina, tapi yang nulis ini juga dulunya kagak ngarti kok)
Beberapa yang saya sebut diatas adalah beberapa contoh jawaban dan alasan kenapa kita belajar komputer. Ya pokoknya biar bisa, karena memang nggak bisa dipungkiri. Sekarang di era globalisasi adalah jamannya komputer dan dunia IT berkembang dengan pesat. Bisa dikatakan saban waktu yang namanya teknologi informasi up to date terus. Kalo mau ngikuti pusing sendiri deh..hehehehe…
(Sumber :luminance-ady)

DAFTAR SEKOLAH ADIWIYATA TAHUN 2008, TAHUN 2009...??

40 sekolah sebagai Sekolah Adiwiyata, sekolah-sekolah tersebut antara lain adalah SDN PAKUJAJAR,Kota Sukabumi, Jawa Barat CBM; SDN KAMPUNGDALEM I, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur ; SD CITRA ALAM CIGANJUR, Jakarta Selatan, DKI Jakarta; SDN UNGARAN I, Kota Yogyakarta, DI. Yogyakarta; SMAN 1 MANDIRANCAN, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat; SMAN 1 GONDANG, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur; SMAN 4, Kabupaten Pandeglang, Banten; SMPN 1 KEDAMEAN, Kabupaten Gresik, Jawa Timur; SMPN 2, Kota Ciamis, Jawa Barat; SMP NEGERI 4, Kabupaten Gresik, Jawa Timur; SDN 005 BUKIT RAYA, Kota Pekanbaru, Riau; SDN CIPANENGAH CBM, Kota Sukabumi, Jawa Barat; SDK ST THERESIA, Kota Surabaya, Jawa Timur; SD KANISIUS KALASAN, Kabupaten Sleman, DI.Yogyakarta, SDN 36, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, SDN SUMBERSONO, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur; SDN TUNJUNG SEKAR 1, Kota Malang, Jawa Timur; SDN 03 BALIKPAPAN, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur; SDN 7 TIANYAR BARAT, Kabupaten Karangasem, Bali; SDN PANGGANG 04, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah; SDN KEMBANG MALANG, Kabupaten Kulonprogo, DI.Yogyakarta; SDN 5 SINGAKERTA, Kabupaten Gianyar, Bali; SMPN 7, Kota Bandung, Jawa Barat; SMPN 1 DLANGGU, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur; SMPN 5, Kota Malang, Jawa Timur; SMPN 1 SUKODONO, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur; SMPN 2, Kota Bitung, Sulawesi Utara; SMPN 4 MENDOYO, Kabupaten Jembrana, Bali; SMPN 24, Kota Padang, Sumatera Barat; SMPN 1 LURAGUNG, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat; SMPN 4, Kota Denpasar, Bali; SMAN 5, Kota Malang, Jawa Timur; SMA SEMEN GRESIK, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, SMAN 2, Kota Probolinggo, Jawa Timur; SMAN 1 BANDAR, Kabupaten Beuneur Meriah, NAD; SMAN 1, Kabupaten Kuta Selatan, Bali; SMAN 5, Kota Denpasar, Bali; SMAN 2 KRAKATAU STEEL, Kota Cilegon, Jawa Barat; SMKN 1 LOSARANG, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat; SMKN 3, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

30 sekolah dikategorikan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata adalah SDN 001 LIMAPULUH, Kota Pekanbaru, Riau; SDN BANTARJATI 9, Kota Bogor, Jawa Barat; SDN KANDANGAN III, Kota Surabaya, Jawa Timur; SDN 20 PONTIANAK SELATAN, Kota Pontianak, Kalimantan Barat; SDN DINOYO II, Kota Malang, Jawa Timur; SDN GEMARANG VI, Kabupaten Ngawi; Jawa Timur; SDN P 12 BENHIL, Jakarta Pusat, DKI Jakarta; SDN 04 METRO TIMUR, Kota Metro, Lampung; SD ISLAM ATHIRAH BUKIT BARUGA, Kota Makassar, Sulawesi Selatan; SMPN 2 KEBOMAS, Kabupaten Gresik, Jawa Timur; SMPN 1 CIGOMBONG, Kabupaten Bogor, Jawa Barat; SMPN 1, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur; SMPN 10, Kota Samarinda, Kalimantan Timur; SMPN 1 MERAKURAK, Kabupaten Tuban, Jawa Timur; SMPN 103 CIJANTUNG, Jakarta Timur, DKI Jakarta; SMP MUHAMMADIYAH 1, Kota Yogyakarta, DI. Yogyakarta; SMPN 10 Kota Sukabumi, Jawa Barat; SMPN 2 SUSUKAN LEBAK, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat; SMPN 1 JAKENAN, Kabupaten Pati, Jawa Tengah; SMAN 7 Kota Bekasi, Jawa Barat; SMAN 1 WERINGINANOM, Kabupaten Gresik, Jawa Timur; SMAN 5 Kabupaten Jember, Jawa Timur; SMAN 1 GEGER, Kabupaten Madiun, Jawa Timur; SMAN 10, Kota Malang, Jawa Timur; SMAN 7, Kota Manado, Sulawesi Utara; SMAN 4, Kota Ternate, Maluku Utara; SMAN 2 Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DI. Yogyakarta; SMKN 1 Kota Probolinggo, Jawa Timur; SMKN 1 Kabupaten Indramayu, Jawa Barat; SMKN 1 Kota Gorontalo, Gorontalo.

LOMBA ADIWIYATA TINGKAT NASIONAL SMAN 10 MALANG 28 APRIL 2009

Tim Penilai Pusat, yang diketuai Bambang Ismail dari Kementerian Lingkungan Hidup, mulai melakukan penilaian, Selasa 28 April 2009 SMA 10 MALANG.










Senin, 27 April 2009

SONGSONG ADIWIYATA 2009 SMAN 10 MALANG


SMA Negeri 10 Malang, merupakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang secara konsisten menjaga dan memperbaiki kondisi lingkungannya agar dapat dijadikan tempat yang ideal untuk pembelajaran dan penyadaran bagi warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Hal ini sejalan dengan tujuan Program Adiwiyata yakni menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah sehingga dikemudian hari ikut bertanggung jawab dalam upaya upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
SMA Negeri 10 yang berdiri di area seluas 10.111m2, dan terletak di kawasan timur kota Malang, tepatnya ditengah perumahan Sawojajar, memiliki sarana prasarana yang cukup memadai antara lain taman sekolah, hutan sekolah, kebun hortikultura, Green House, kumbung jamur, outdoor learning center, tanaman toga, dan tumbuhan lainnya yang sangat mendukung proses pembelajaran, khususnya tentang materi lingkungan hidup. Didukung dengan norma-norma dasar yakni: commitment, disciplined, responsible, tolerant, serta adanya motto: healthy, clean, green, safe , warga sekolah secara kontinyu saling bergandeng tangan untuk mewujudkan program Adiwiyata melalui: (1) Pengembangan kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan, (2) Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan Hidup, (3) Pengembangan Kurikulum Berbasis Partisipatif, (4) Pengembangan dan atau Pengelolaan Sarana Pendukung.
Untuk mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan diperlukan kebijakan-kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya berbagai kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan. Kebijakan sekolah yang dimaksud antara lain : (1) Penetapan visi, misi, dan motto SMA Negeri 10 yang peduli dan berbudaya lingkungan(2) Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran lingkungan hidup, (3) Kebijakan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia di bidang pendidikan lingkungan hidup, (4) Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumberdaya alam, (5) Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, (6) Kebijakan pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.
Untuk mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, diperlukan pengembangan kurikulum berbasis lingkungan antara lain dengan mengembangkan model pembelajaran kolaboratif, menggali dan mengembangkan materi yang ada hubungannya dengan isu lingkungan hidup, mengembangkan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya, serta mengembangkan kegiatan kurikuler untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.
Selanjutnya, kegiatan yang dikembangkan adalah Kegiatan berbasis partisipatif dimana warga sekolah bersama masyarakat melakukan kegiatan-kegiatan yang memberi manfaat bagi pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan yang dimaksud dapat berupa aksi lingkungan hidup, kemitraan, dan atau kegiatan ektrakurikuler dibidang lingkungan hidup berbasis partisipatif.
Pengelolaan dan atau pengembangan sarana pendukung sekolah yang meliputi pengembangan fungsi sarana prasarana, peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan, penghematan sumberdaya alam, peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat, dan pengembangan sistem pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang mengupayakan terwujudnya sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. SMA Negeri 10 Malang, melakukan kegiatan –kegiatan tersebut secara holistik, proporsional, berkesinambungan, dan bertahap dalam upayanya menanamkan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan. Sejak berdirinya Tahun 1999, Sekolah ini telah menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan memulai menanam dan merawat tanaman produktif misalnya pohon Jati mas, Palem, Mangga, Cheri, Jambu Air, Blimbing, dan secara bertahap membenahi lapangan rumput, taman sekolah, kebun sayur, kebun toga, lidah buaya,buah naga, tanaman hias dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk obyek penelitian

Jumat, 24 April 2009

BEASISWA SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL BERASRAMA


Informasi Umum

Beasiswa Program Sampoerna Academy SMA Negeri 10 Malang Sekolah Bertaraf Internasional Berasrama
Tahun Akademis 2009/2012
Sekilas tentang SMA Negeri 10 Malang & Program Sampoerna Academy SMA Negeri 10 Malang berdiri pada tanggal 20 Oktober 1999 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 291/0/1999 tertanggal 20 Oktober 1999 dan mendapat penilaian Akreditasi A oleh Badan Akreditasi Jawa Timur di tahun 2005. Mulai tahun 2009, SMA Negeri 10 Malang resmi menjadi sekolah binaan Sampoerna Foundation yang tergabung dalam Program Sampoerna Academy.
Ini merupakan hasil kerjasama antara Sampoerna Foundation dengan Pemerintah Kota Malang dan Propinsi Jawa Timur.
Setelah lulus dari sekolah ini, diharapkan nantinya siswa dapat menjadi calon pemimpin masa depan Indonesia yang kompeten, berwawasan internasional dan bermoral, melalui program pendidikan holistik yang bertaraf internasional dan pendidikan asrama.
Kombinasi antara kurikulum internasional dari Cambridge University (IGCSE) dan kurikulum nasional (KTSP), didukung oleh pendidikan asrama (boarding education) merupakan salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh sekolah ini. Siswa akan tinggal di asrama yang disediakan oleh sekolah, sehingga waktu yang tersedia dapat membuat siswa mempunyai nilai-nilai toleransi dan menghormati perbedaan, jiwa sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar, tanggung jawab terhadap diri sendiri, nasionalis dan patriotik terhadap negara, berbudi luhur, berintegritas, berjiwa kepemimpinan yang baik, dan jujur.
Selain itu, siswa juga akan mendapatkan pelatihan-pelatihan yang akan berguna bagi siswa setelah mereka lulus dari sekolah ini, seperti life skill (kecakapan hidup), program kepemimpinan, program pelayanan masyarakat, pelatihan keuangan bagi siswa, dan lain-lain.
Siswa SMA Negeri 10 Malang merupakan siswa terbaik yang dipilih dari seluruh wilayah kabupaten/kota yang ada di Propinsi Jawa Timur. Diharapkan para siswa dapat saling berinteraksi dengan latar belakang yang berbeda, sesuai dengan nilai-nilai yang tersebut di atas. adapun keunggulan lain dari sekolah ini adalah penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia dan TIK/ICT. Kemampuan berbahasa Inggris akan sangat membantu setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran mata pelajaran tersebut, tetapi bukan syarat mutlak untuk mendaftar.
Untuk menunjang pendidikan di sekolah serta asrama, terdapat sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan oleh siswa di SMA Negeri 10 Malang, yaitu:
• Lingkungan sekolah yang nyaman, rindang dan asri
• Ruang belajar yang dilengkapi dengan multimedia
• Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Bahasa / Multilab
• Pembelajaran di luar ruang (Outdoor Learning)
• Ruang Multimedia
• Ruang Perpustakaan
* Ruang Kesenian
• Musholla
• Ruang Unit Kesehatan Sekolah
• Lapangan basket, voli, dan futsal
• Kantin, Koperasi Siswa, dan fotokopi
• Green House, Kumbung Jamur
• Asrama yang terdiri dari ruang tidur,ruang makan, jaringan internet.

Beasiswa Program Sampoerna Academy
Program Sampoerna Academy di SMA Negeri 10 Malang, untuk tahun ajaran 2009/2012 mendapatkan dukungan dari Sampoerna Foundation berupa beasiswa penuh bagi 150 orang siswa untuk masa studi selama 3 tahun senilai USD 15,000 per siswa. Pemilihan dilakukan berdasarkan kemampuan dan potensi siswa.

Beasiswa tersebut mencakup :
1. Biaya pendidikan
2. Biaya tempat tinggal dan makan di asrama
3. Buku pelajaran
4. Asuransi kesehatan
5. Seragam

I. Persyaratan
1. Warga Negara Indonesia usia 14 – 16 tahun
2. Siswa masih duduk di kelas 9 (SMP kelas 3) di Propinsi Jawa Timur
3. Memiliki nilai akademik rata-rata minimum 7.00 dari semester 1 sampai dengan semester 5
(kelas 7 – 9)
4. Peringkat 10 besar di kelas 3 (semester ganjil)
5. Berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah

II. Proses Pendaftaran Siswa
1. Isi formulir aplikasi: “Formulir Aplikasi Siswa”. Formulir harus diisi dengan menggunakan tinta hitam dan dalam huruf cetak.
Bagian A & B diisi oleh Siswa. Pastikan semua bagian diisi dengan lengkap dan benar.
Bagian C diisi oleh Orang Tua atau Wali. Pastikan semua bagian diisi, seperti pekerjaan
orang tua, alamat serta nomor telepon Orang Tua atau Wali yang dapat dihubungi.
Bagian D (Informasi Kesehatan) diisi oleh Siswa dengan diketahui dan ditandatangani
oleh Orang Tua atau Wali.
Bagian E (Rekomendasi Kepala Sekolah) diisi secara terpisah oleh Kepala Sekolah
dari sekolah yang bersangkutan. Bila lembaran yang tersedia tidak mencukupi, silahkan
menambahkan di lembaran terpisah.
Bagian F (Rekomendasi Guru) diisi secara terpisah oleh Guru dari sekolah yang
bersangkutan. Bila lembaran yang tersedia tidak mencukupi, silahkan menambahkan di
lembaran terpisah.
Isian dari Bagian E dan Bagian F tidak boleh diketahui oleh Siswa dan Orang Tua / Wali.
Pengisian formulir yang tidak lengkap atau tidak jelas akan mengakibatkan Siswa dianggap
gugur.

2. Lampirkan hal-hal berikut ini:
Fotokopi Rapor (lengkap) SMP dari semester 1 sampai dengan semester 5 (kelas 7 – 9)
Fotokopi Kartu Keluarga
Fotokopi KTP Orang Tua (Bapak & Ibu) / Wali
Fotokopi ijasah atau sertifikat kursus Bahasa Inggris, bukti keanggotaan suatu organisasi
atau perkumpulan, penghargaan lain bisa dilampirkan (opsional)
Pasfoto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 2 buah
Fotokopi rekening listrik terakhir / slip gaji orang tua / bukti pembayaran sewa rumah
3. Pastikan semua formulir aplikasi sudah ditandatangani di tempat yang disediakan.
4. Masukkan formulir (Bagian A, B, C dan D) yang sudah diisi, formulir rekomendasi (Bagian E
dan F) untuk dilengkapi oleh Kepala Sekolah dan Guru, beserta lampiran-lampirannya ke
amplop besar (jangan dilipat) dan tuliskan dengan jelas nama Siswa, nama SMP dan alamat
SMP di sudut kiri atas bagian depan amplop.
5. Semua formulir diserahkan ke Kepala Sekolah yang akan menambahkan Bagian E
(Rekomendasi Kepala Sekolah) dan Guru yang akan menambahkan Bagian F
(Rekomendasi Guru) yang sudah dilengkapi untuk masing-masing Siswa.
6. Semua formulir aplikasi (Bagian A s/d F) dan lampiran-lampirannya dikirimkan oleh Kepala
Sekolah ke alamat berikut:
Sampoerna Foundation
Sampoerna Strategic Square
North Tower, 26 th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 45
Jakarta 12930
Attn: Asri Susanty
7. Selama masa penyeleksian, Siswa dan Orang Tua / Wali tidak diperkenankan untuk
menghubungi Komite Seleksi Beasiswa Program Sampoerna Academy maupun anggota-anggota
tim penyeleksi secara langsung. Pelanggaran atas peraturan ini dapat mengakibatkan Siswa
dinyatakan gugur.
Bila Siswa mempunyai pertanyaan mengenai sekolah, program beasiswa dan lainnya bisa
disampaikan ke Kepala Sekolah yang bersangkutan untuk diteruskan ke Komite Seleksi
Beasiswa Program Sampoerna Academy.
8. Formulir harus diterima paling lambat tanggal 15 April 2009
9. Komite Seleksi Beasiswa Program Sampoerna Academy akan memberitahukan daftar pelajar
yang sukses untuk mengikuti tahap penyeleksian berikutnya ke masing-masing Kepala Sekolah
yang akan menghubungi Siswa yang bersangkutan.

III. Jadwal Seleksi
Registrasi
15 April 2009
Batas waktu formulir aplikasi beserta semua
dokumen pendukung diterima oleh Sampoerna
Foundation, tidak berdasarkan cap pos.

Proses Seleksi
Minggu III April 2009
Proses seleksi dokumen
Minggu IV April 2009
Pengumumam hasil proses seleksi dokumen
Minggu II Mei 2009
Tes Tulis, Wawancara Panel & Diskusi
Minggu III Mei 2009
Peninjauan akhir terhadap calon

Pengumuman
Minggu I Juni 2009
Pemberitahuan pemenang beasiswa
IV. Keterangan Lebih Lanjut
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai beasiswa program Sampoerna Academy di SMA Negeri 10 Malang,
dan prosedur pendaftarannya, silakan kunjungi situs kami www.sampoernafoundation.org atau di nomor
telepon bebas pulsa: 0-800-1-900009 (Senin s/d Jumat, jam 9:00 s/d 17:00 BBWI).