SELAMAT DATANG DI SAMPOERNA ACADEMY SMAN 10 MALANG

Jl. Danau Grati No. 1 Malang Telp./Fax 0341-719300,717300, JAWA TIMUR - INDONESIA

Komitmen Bersama untuk meningkatkan "Perpustakaan Sebagai Pusat Ilmu dan Kreativitas" DIGITAL LIBRARY: April 2009

Kamis, 30 April 2009

GAMBAR / FOTO LUCU

Bayi mandi pakai mesin cuci piring
Spiderman 4
Ojek Toilet...

Rabu, 29 April 2009

PELAJAR IDEAL... GURU PROFESIONAL...

PELAJAR IDEAL...
Sekolah merupakan jembatan emas menuju masa depan yang gemilang. Dengan bersekolah orang belajar berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk mempersiapkan masa depan. Mereka yang sukses selalu mereka yang bersekolah. Jarang (bahkan tidak ada) buta huruf & buta aksara yang meraih sukses. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa setiap orang yang bersekolah (automaticly) akan memiliki masa depan yang cerah. Karena masa depan merupakan sesuatu yang berbeda dengan masa sekarang. Masa sekarang (bersekolah) terasa sangat indah, romantis, bersahabat dan nyaman. Sementara masa depan yang berjarak lima, delapan, atau sepuluh tahun dari sekarang akan diwarnai oleh persaingan (kompetisi), dan tuntutan kebutuhan hidup yang kompleks.Pada era globalisasi, kita tidak hanya berkompetisi dengan kerabat sekampus atau sekampung. Tetapi setiap orang (mau atau tidak mau) akan berkompetisi dengan orang lain dari berbagai belahan bumi. Ada orang Amerika, Inggris, Australia, Malaisia, Singapore, Arab Saudi, dan lain-lain. Jaminan untuk bertahan (eksis) adalah keterampilan dan profesionalisme. Setiap orang mesti memiliki keterampilan dan/untuk menjalani profesi tertentu. Keterampilan merupakan seperangkat keahlian (teknis) untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas tertentu dalam tempo yang relatif singkat. Keterampilan yang didukung oleh konsep dan apresiasi terhadap pekerjaan secara fokus, konprehensif dan utuh akan melahirkan profesionalisme. Untuk memiliki profesi (menyandang status profesional) orang mesti memiliki keterampilan, pekerjaan dan kualifikasi pendidikan yang koheren. Artinya, keterampilan, dan pekerjaannya didasari oleh kualifikasi pendidikan yang relevan; atau sebaliknya kualifikasi pendidikan mendukung keterampilan dan pekerjaannnya.Oleh karena itu, perencanaan studi, profesi, karier dan masa depan merupakan salah satu hal yang penting bagi anak sekolah selain prestasi akademik. Sejak di bangku sekolah keputusan tentang profesi yang akan dipilih harus dibuat.

Tipe Pelajar
Berdasarkan dua kriteria tersebut yakni perencanaan masa depan dan prestasi akademik, maka tipe pelajar dapat dibagi dalam 6 kategori. Secara sederhana hal tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

1. Pelajar tipe A
Dalam klasifikasi ini, pelajar tipe A ditandai oleh prestasi akademik yang tinggi dan perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 7,5 – 9. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, menganalisis, aplikasi, kesopanan, dan akhlakul karimah. Pada sisi lain, dalam pikiran atau perasaannya telah tergambar (visualisasi) seseorang yang profesional. Mungkin ia menggambarkan dirinya sebagai dokter, tentara, guru, ustadz, mekanik, wartawan, pegiat sosial, penulis pada tiga,
lima atau delapan tahun dari sekarang.
2. Pelajar tipe B
Pelajar tipe B ditandai oleh prestasi akademik sedang dan memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 6 – 7,5. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, menganalisis, aplikasi, yang tiak terlalu brilyan. Nilai raport tersebut juga mencerminkan dan akhlakul karimah. Meskipun tidak terlalu brilyant, dalam pikiran atau perasaannya telah tergambar (visualisasi) seseorang yang profesional. Mungkin ia menggambarkan dirinya sebagai perawat, dokter, tentara, guru, ustadz, mekanik, montir, pedagang, kontraktor, wartawan, pegiat sosial, penulis pada tiga, lima atau delapan tahun dari sekarang.
3. Pelajar tipe C
Pelajar tipe C ditandai oleh prestasi akademik yang rendah tetapi memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 5 – 6. Angka tersebut merupakan angka repetisi (mengulang) kelas setelah tinggal kelas. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, yang rendah. Meskipun demikian, dalam pikiran atau perasaannya telah tergambar (visualisasi) seseorang yang profesional. Mungkin ia menggambarkan dirinya sebagai tentara, mekanik, pegiat sosial, pedagang, pengendara (driver), satpam, karyawan pada tiga,lima atau delapan tahun dari sekarang.
4. Pelajar tipe D
Pelajar tipe D ditandai oleh prestasi akademik yang tinggi tetapi tidak memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 7,5 - 9. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, menganalisis, aplikasi, kesopanan, dan akhlakul karimah. Meskipun demikian, ia tidak memiliki arah dan cita-cita yang realistis. Ia hanya menggambarkan dirinya menjadi orang yang hebat, terkenal, dan tersohor. Gambaran tersebut bersifat sumir. Tidak real.
5. Pelajar tipe E
Pelajar tipe E ditandai oleh prestasi akademik yang sedang tetapi tidak memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 6 - 7,5. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, menganalisis, aplikasi, kesopanan, dan akhlakul karimah. Secara akademis tergolong menengah. Meskipun demikian, ia tidak memiliki arah dan cita-cita yang realistis. Sama seperti pelajar tipe D, ia menggambarkan dirinya (pada masa depan) menjadi orang yang hebat, terkenal, dan tersohor, tetapi tidak konkrit/real. Mungkin ia berpandangan bahwa suatu saat (di masa yang akan datang) setelah merampungkan studi (sekolah) ia akan bekerja pada organisasi atau instansi atau perusahaan.
6. Pelajar tipe F
Pelajar tipe F ditandai oleh prestasi akademik yang rendah dan tidak memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka sangat jelek. Sebagaimana halnya pelajar pada tipe C mereka tinggal kelas, dan baru naik kelas setelah mengulang. Kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, hanya pas-pasan. Di samping itu mereka tidak memiliki arah dan cita-cita yang realistis. Ia bahkan tidak pernah atau tidak berani menggambarkan dirinya menjadi orang yang profesional. Ia bersekolah hanya untuk mengikuti irama sosial. Boleh jadi di sekolah ia tidak memiliki motivasi.
Menjadi Pelajar Ideal.
Berdasarkan klasifikasi tersebut di atas, maka menjadi pelajar ideal berarti menjadi pelajar tipe A & B. Ciri khas pelajar tipe A & B adalah memiliki perencanaan masa depan yang real sejak dini. Di samping itu mereka juga memiliki intelegensi yang baik. Prestasi akademik dan akhlak mereka baik. Dengan karakteristik tersebut mereka menjadi orang yang sangat diharapkan oleh orang tua, guru, bangsa, negara dan agama.
GURU PROFESIONAL...
Tidak mudah menjadi guru yang baik, dikagumi dan dihormati oleh anak didik, masyarakat sekitar dan rekan seprofesi. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk mendapat pengakuan sebagai guru yang baik dan berhasil.

Pertama.
Berusahalah tampil di muka kelas dengan prima. Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika perlu, ketika berbicara di muka kelasa tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan.

Kedua.
Berlakulah bijaksana. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda. Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol.

Ketiga.
Berusahalah selalu ceria di muka kelas. Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang mengajar.

Keempat.
Kendalikan emosi. Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Ingat siswa yang kita ajar adalah remaja yang masih sangat labil emasinya. Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita, apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.

Kelima.
Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Janganlah merasa malu karena hal ini. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi. Untuk menghindari kejadian seperti ini, berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Jangan bosan belajar. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marah-marah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika siswa sudah tidak beranibertanya, jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil.
Keenam.
Memiliki rasa malu dan rasa takut. Untuk menjadi guru yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.

Ketujuh.
Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya. Di negeri ini banyak semboyan-semboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru. Kita harus bisa menerima kenyataan ini, jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merigikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Jangan pusingkan gunjingan orang lain, ingatlah pepatah “anjing menggonggong bajaj berlalu.”

Kedelapan.
Tidak sombong.Tidak menyombongkan diri di hadapan murid/jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Namun pangillah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik, tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa.

Kesembilan.
Berlakulah adil. Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu Serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai.

Kenapa Kita harus Belajar Komputer & Teknologi Informasi

Dijaman seperti sekarang ini, dimana semua nya serba canggih dah nggak seperti jaman nenek moyang kita dulu, kalo ngolah data masih manual, main tulis, atau ketik terus pakai mesin tis sampai jempol n telunjuknya kapalan (he…he..he… nostalgia kelabu pakai mesin tik). Sekarang apa apa serba komputerisasi. Mulai anak TK saja sekarang dah kenal yang namanya komputer. Malah dah pada keren keren pengetahuan tentang komputer tuh anak anak kecil. Termasuk penguasaan hardware komputer, penguasaan software dan operating system, . Pokoknya komputer sekarang sudah menjadi bagian yang penting untuk membantu manusia mengerjakan tugas tugasnya.Entah itu dikantor, entah di sekolah entah dirumah, komputer pasti dibutuhkan dan sangat membantu sekali.Nah, awas tuh yang punya komputer cangih, tapi tidak didaya-gunakan. kacian, deh.Dan hampir setiap rumah pasti memiliki komputer atau laptop. Soalnya hari geni gak punya kompie ? Ngak gaul, deh….
Dan di masa yang semakin dan semakin maju ini, tidak bisa mengoperasikan komputer merupakan salah satu hal yang sifatnya agak memalukan ( tenang masih agak kok, belum sangat memalukan). Sebab kebanyakan sekarang tugas sekolah maupun kuliah kebanyakan melibatkan komputer sebagai media atau alat buat mengolah data. Belum lagi kalo tugas kudu nyari di internet, otomatis kan kudu pake perantara komputer. Bisa si pake HP, Cuma kok capek aja tuh mata pelototin tuh hp yang kecilJadi mau nggak mau, suka ndak suka meski bukan bidangnya, kan teteup harus dan kudu bisa komputer. Meski sekedar ngetik atau buka windows explore :D. Pokoknya yang penting ngerti dah…gak usah muluk muluk bisa bongkar regedit segala.
So dari sini kita jadi punya alasan kenapa kok belajar komputer. Paling nggak biar ngerti gimana cara menggunakannya kalo suatu waktu disuruh dosen atau guru nyari tugas, atau bikin laporan. Biar kita nggak disebut katro atau gaptek di jaman yang apa apa sudah di bikin sistem komputerisasi. Biar kalo ke warnet ndak malu sama operatornya yang cakep gara gara kebanyakan nanya . soalnya ada tuh yang ke warnet tapi cara nyalain komputernya aja kagak tau caranya ^^. Hari gini gitu loh ….(Oops…bukan menghina, tapi yang nulis ini juga dulunya kagak ngarti kok)
Beberapa yang saya sebut diatas adalah beberapa contoh jawaban dan alasan kenapa kita belajar komputer. Ya pokoknya biar bisa, karena memang nggak bisa dipungkiri. Sekarang di era globalisasi adalah jamannya komputer dan dunia IT berkembang dengan pesat. Bisa dikatakan saban waktu yang namanya teknologi informasi up to date terus. Kalo mau ngikuti pusing sendiri deh..hehehehe…
(Sumber :luminance-ady)

DAFTAR SEKOLAH ADIWIYATA TAHUN 2008, TAHUN 2009...??

40 sekolah sebagai Sekolah Adiwiyata, sekolah-sekolah tersebut antara lain adalah SDN PAKUJAJAR,Kota Sukabumi, Jawa Barat CBM; SDN KAMPUNGDALEM I, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur ; SD CITRA ALAM CIGANJUR, Jakarta Selatan, DKI Jakarta; SDN UNGARAN I, Kota Yogyakarta, DI. Yogyakarta; SMAN 1 MANDIRANCAN, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat; SMAN 1 GONDANG, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur; SMAN 4, Kabupaten Pandeglang, Banten; SMPN 1 KEDAMEAN, Kabupaten Gresik, Jawa Timur; SMPN 2, Kota Ciamis, Jawa Barat; SMP NEGERI 4, Kabupaten Gresik, Jawa Timur; SDN 005 BUKIT RAYA, Kota Pekanbaru, Riau; SDN CIPANENGAH CBM, Kota Sukabumi, Jawa Barat; SDK ST THERESIA, Kota Surabaya, Jawa Timur; SD KANISIUS KALASAN, Kabupaten Sleman, DI.Yogyakarta, SDN 36, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, SDN SUMBERSONO, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur; SDN TUNJUNG SEKAR 1, Kota Malang, Jawa Timur; SDN 03 BALIKPAPAN, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur; SDN 7 TIANYAR BARAT, Kabupaten Karangasem, Bali; SDN PANGGANG 04, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah; SDN KEMBANG MALANG, Kabupaten Kulonprogo, DI.Yogyakarta; SDN 5 SINGAKERTA, Kabupaten Gianyar, Bali; SMPN 7, Kota Bandung, Jawa Barat; SMPN 1 DLANGGU, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur; SMPN 5, Kota Malang, Jawa Timur; SMPN 1 SUKODONO, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur; SMPN 2, Kota Bitung, Sulawesi Utara; SMPN 4 MENDOYO, Kabupaten Jembrana, Bali; SMPN 24, Kota Padang, Sumatera Barat; SMPN 1 LURAGUNG, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat; SMPN 4, Kota Denpasar, Bali; SMAN 5, Kota Malang, Jawa Timur; SMA SEMEN GRESIK, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, SMAN 2, Kota Probolinggo, Jawa Timur; SMAN 1 BANDAR, Kabupaten Beuneur Meriah, NAD; SMAN 1, Kabupaten Kuta Selatan, Bali; SMAN 5, Kota Denpasar, Bali; SMAN 2 KRAKATAU STEEL, Kota Cilegon, Jawa Barat; SMKN 1 LOSARANG, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat; SMKN 3, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

30 sekolah dikategorikan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata adalah SDN 001 LIMAPULUH, Kota Pekanbaru, Riau; SDN BANTARJATI 9, Kota Bogor, Jawa Barat; SDN KANDANGAN III, Kota Surabaya, Jawa Timur; SDN 20 PONTIANAK SELATAN, Kota Pontianak, Kalimantan Barat; SDN DINOYO II, Kota Malang, Jawa Timur; SDN GEMARANG VI, Kabupaten Ngawi; Jawa Timur; SDN P 12 BENHIL, Jakarta Pusat, DKI Jakarta; SDN 04 METRO TIMUR, Kota Metro, Lampung; SD ISLAM ATHIRAH BUKIT BARUGA, Kota Makassar, Sulawesi Selatan; SMPN 2 KEBOMAS, Kabupaten Gresik, Jawa Timur; SMPN 1 CIGOMBONG, Kabupaten Bogor, Jawa Barat; SMPN 1, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur; SMPN 10, Kota Samarinda, Kalimantan Timur; SMPN 1 MERAKURAK, Kabupaten Tuban, Jawa Timur; SMPN 103 CIJANTUNG, Jakarta Timur, DKI Jakarta; SMP MUHAMMADIYAH 1, Kota Yogyakarta, DI. Yogyakarta; SMPN 10 Kota Sukabumi, Jawa Barat; SMPN 2 SUSUKAN LEBAK, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat; SMPN 1 JAKENAN, Kabupaten Pati, Jawa Tengah; SMAN 7 Kota Bekasi, Jawa Barat; SMAN 1 WERINGINANOM, Kabupaten Gresik, Jawa Timur; SMAN 5 Kabupaten Jember, Jawa Timur; SMAN 1 GEGER, Kabupaten Madiun, Jawa Timur; SMAN 10, Kota Malang, Jawa Timur; SMAN 7, Kota Manado, Sulawesi Utara; SMAN 4, Kota Ternate, Maluku Utara; SMAN 2 Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DI. Yogyakarta; SMKN 1 Kota Probolinggo, Jawa Timur; SMKN 1 Kabupaten Indramayu, Jawa Barat; SMKN 1 Kota Gorontalo, Gorontalo.

LOMBA ADIWIYATA TINGKAT NASIONAL SMAN 10 MALANG 28 APRIL 2009

Tim Penilai Pusat, yang diketuai Bambang Ismail dari Kementerian Lingkungan Hidup, mulai melakukan penilaian, Selasa 28 April 2009 SMA 10 MALANG.










Senin, 27 April 2009

SONGSONG ADIWIYATA 2009 SMAN 10 MALANG


SMA Negeri 10 Malang, merupakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang secara konsisten menjaga dan memperbaiki kondisi lingkungannya agar dapat dijadikan tempat yang ideal untuk pembelajaran dan penyadaran bagi warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Hal ini sejalan dengan tujuan Program Adiwiyata yakni menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah sehingga dikemudian hari ikut bertanggung jawab dalam upaya upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
SMA Negeri 10 yang berdiri di area seluas 10.111m2, dan terletak di kawasan timur kota Malang, tepatnya ditengah perumahan Sawojajar, memiliki sarana prasarana yang cukup memadai antara lain taman sekolah, hutan sekolah, kebun hortikultura, Green House, kumbung jamur, outdoor learning center, tanaman toga, dan tumbuhan lainnya yang sangat mendukung proses pembelajaran, khususnya tentang materi lingkungan hidup. Didukung dengan norma-norma dasar yakni: commitment, disciplined, responsible, tolerant, serta adanya motto: healthy, clean, green, safe , warga sekolah secara kontinyu saling bergandeng tangan untuk mewujudkan program Adiwiyata melalui: (1) Pengembangan kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan, (2) Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan Hidup, (3) Pengembangan Kurikulum Berbasis Partisipatif, (4) Pengembangan dan atau Pengelolaan Sarana Pendukung.
Untuk mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan diperlukan kebijakan-kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya berbagai kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan. Kebijakan sekolah yang dimaksud antara lain : (1) Penetapan visi, misi, dan motto SMA Negeri 10 yang peduli dan berbudaya lingkungan(2) Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran lingkungan hidup, (3) Kebijakan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia di bidang pendidikan lingkungan hidup, (4) Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumberdaya alam, (5) Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, (6) Kebijakan pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.
Untuk mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, diperlukan pengembangan kurikulum berbasis lingkungan antara lain dengan mengembangkan model pembelajaran kolaboratif, menggali dan mengembangkan materi yang ada hubungannya dengan isu lingkungan hidup, mengembangkan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya, serta mengembangkan kegiatan kurikuler untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.
Selanjutnya, kegiatan yang dikembangkan adalah Kegiatan berbasis partisipatif dimana warga sekolah bersama masyarakat melakukan kegiatan-kegiatan yang memberi manfaat bagi pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan yang dimaksud dapat berupa aksi lingkungan hidup, kemitraan, dan atau kegiatan ektrakurikuler dibidang lingkungan hidup berbasis partisipatif.
Pengelolaan dan atau pengembangan sarana pendukung sekolah yang meliputi pengembangan fungsi sarana prasarana, peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan, penghematan sumberdaya alam, peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat, dan pengembangan sistem pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang mengupayakan terwujudnya sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. SMA Negeri 10 Malang, melakukan kegiatan –kegiatan tersebut secara holistik, proporsional, berkesinambungan, dan bertahap dalam upayanya menanamkan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan. Sejak berdirinya Tahun 1999, Sekolah ini telah menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan memulai menanam dan merawat tanaman produktif misalnya pohon Jati mas, Palem, Mangga, Cheri, Jambu Air, Blimbing, dan secara bertahap membenahi lapangan rumput, taman sekolah, kebun sayur, kebun toga, lidah buaya,buah naga, tanaman hias dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk obyek penelitian

Jumat, 24 April 2009

BEASISWA SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL BERASRAMA


Informasi Umum

Beasiswa Program Sampoerna Academy SMA Negeri 10 Malang Sekolah Bertaraf Internasional Berasrama
Tahun Akademis 2009/2012
Sekilas tentang SMA Negeri 10 Malang & Program Sampoerna Academy SMA Negeri 10 Malang berdiri pada tanggal 20 Oktober 1999 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 291/0/1999 tertanggal 20 Oktober 1999 dan mendapat penilaian Akreditasi A oleh Badan Akreditasi Jawa Timur di tahun 2005. Mulai tahun 2009, SMA Negeri 10 Malang resmi menjadi sekolah binaan Sampoerna Foundation yang tergabung dalam Program Sampoerna Academy.
Ini merupakan hasil kerjasama antara Sampoerna Foundation dengan Pemerintah Kota Malang dan Propinsi Jawa Timur.
Setelah lulus dari sekolah ini, diharapkan nantinya siswa dapat menjadi calon pemimpin masa depan Indonesia yang kompeten, berwawasan internasional dan bermoral, melalui program pendidikan holistik yang bertaraf internasional dan pendidikan asrama.
Kombinasi antara kurikulum internasional dari Cambridge University (IGCSE) dan kurikulum nasional (KTSP), didukung oleh pendidikan asrama (boarding education) merupakan salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh sekolah ini. Siswa akan tinggal di asrama yang disediakan oleh sekolah, sehingga waktu yang tersedia dapat membuat siswa mempunyai nilai-nilai toleransi dan menghormati perbedaan, jiwa sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar, tanggung jawab terhadap diri sendiri, nasionalis dan patriotik terhadap negara, berbudi luhur, berintegritas, berjiwa kepemimpinan yang baik, dan jujur.
Selain itu, siswa juga akan mendapatkan pelatihan-pelatihan yang akan berguna bagi siswa setelah mereka lulus dari sekolah ini, seperti life skill (kecakapan hidup), program kepemimpinan, program pelayanan masyarakat, pelatihan keuangan bagi siswa, dan lain-lain.
Siswa SMA Negeri 10 Malang merupakan siswa terbaik yang dipilih dari seluruh wilayah kabupaten/kota yang ada di Propinsi Jawa Timur. Diharapkan para siswa dapat saling berinteraksi dengan latar belakang yang berbeda, sesuai dengan nilai-nilai yang tersebut di atas. adapun keunggulan lain dari sekolah ini adalah penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia dan TIK/ICT. Kemampuan berbahasa Inggris akan sangat membantu setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran mata pelajaran tersebut, tetapi bukan syarat mutlak untuk mendaftar.
Untuk menunjang pendidikan di sekolah serta asrama, terdapat sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan oleh siswa di SMA Negeri 10 Malang, yaitu:
• Lingkungan sekolah yang nyaman, rindang dan asri
• Ruang belajar yang dilengkapi dengan multimedia
• Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Bahasa / Multilab
• Pembelajaran di luar ruang (Outdoor Learning)
• Ruang Multimedia
• Ruang Perpustakaan
* Ruang Kesenian
• Musholla
• Ruang Unit Kesehatan Sekolah
• Lapangan basket, voli, dan futsal
• Kantin, Koperasi Siswa, dan fotokopi
• Green House, Kumbung Jamur
• Asrama yang terdiri dari ruang tidur,ruang makan, jaringan internet.

Beasiswa Program Sampoerna Academy
Program Sampoerna Academy di SMA Negeri 10 Malang, untuk tahun ajaran 2009/2012 mendapatkan dukungan dari Sampoerna Foundation berupa beasiswa penuh bagi 150 orang siswa untuk masa studi selama 3 tahun senilai USD 15,000 per siswa. Pemilihan dilakukan berdasarkan kemampuan dan potensi siswa.

Beasiswa tersebut mencakup :
1. Biaya pendidikan
2. Biaya tempat tinggal dan makan di asrama
3. Buku pelajaran
4. Asuransi kesehatan
5. Seragam

I. Persyaratan
1. Warga Negara Indonesia usia 14 – 16 tahun
2. Siswa masih duduk di kelas 9 (SMP kelas 3) di Propinsi Jawa Timur
3. Memiliki nilai akademik rata-rata minimum 7.00 dari semester 1 sampai dengan semester 5
(kelas 7 – 9)
4. Peringkat 10 besar di kelas 3 (semester ganjil)
5. Berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah

II. Proses Pendaftaran Siswa
1. Isi formulir aplikasi: “Formulir Aplikasi Siswa”. Formulir harus diisi dengan menggunakan tinta hitam dan dalam huruf cetak.
Bagian A & B diisi oleh Siswa. Pastikan semua bagian diisi dengan lengkap dan benar.
Bagian C diisi oleh Orang Tua atau Wali. Pastikan semua bagian diisi, seperti pekerjaan
orang tua, alamat serta nomor telepon Orang Tua atau Wali yang dapat dihubungi.
Bagian D (Informasi Kesehatan) diisi oleh Siswa dengan diketahui dan ditandatangani
oleh Orang Tua atau Wali.
Bagian E (Rekomendasi Kepala Sekolah) diisi secara terpisah oleh Kepala Sekolah
dari sekolah yang bersangkutan. Bila lembaran yang tersedia tidak mencukupi, silahkan
menambahkan di lembaran terpisah.
Bagian F (Rekomendasi Guru) diisi secara terpisah oleh Guru dari sekolah yang
bersangkutan. Bila lembaran yang tersedia tidak mencukupi, silahkan menambahkan di
lembaran terpisah.
Isian dari Bagian E dan Bagian F tidak boleh diketahui oleh Siswa dan Orang Tua / Wali.
Pengisian formulir yang tidak lengkap atau tidak jelas akan mengakibatkan Siswa dianggap
gugur.

2. Lampirkan hal-hal berikut ini:
Fotokopi Rapor (lengkap) SMP dari semester 1 sampai dengan semester 5 (kelas 7 – 9)
Fotokopi Kartu Keluarga
Fotokopi KTP Orang Tua (Bapak & Ibu) / Wali
Fotokopi ijasah atau sertifikat kursus Bahasa Inggris, bukti keanggotaan suatu organisasi
atau perkumpulan, penghargaan lain bisa dilampirkan (opsional)
Pasfoto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 2 buah
Fotokopi rekening listrik terakhir / slip gaji orang tua / bukti pembayaran sewa rumah
3. Pastikan semua formulir aplikasi sudah ditandatangani di tempat yang disediakan.
4. Masukkan formulir (Bagian A, B, C dan D) yang sudah diisi, formulir rekomendasi (Bagian E
dan F) untuk dilengkapi oleh Kepala Sekolah dan Guru, beserta lampiran-lampirannya ke
amplop besar (jangan dilipat) dan tuliskan dengan jelas nama Siswa, nama SMP dan alamat
SMP di sudut kiri atas bagian depan amplop.
5. Semua formulir diserahkan ke Kepala Sekolah yang akan menambahkan Bagian E
(Rekomendasi Kepala Sekolah) dan Guru yang akan menambahkan Bagian F
(Rekomendasi Guru) yang sudah dilengkapi untuk masing-masing Siswa.
6. Semua formulir aplikasi (Bagian A s/d F) dan lampiran-lampirannya dikirimkan oleh Kepala
Sekolah ke alamat berikut:
Sampoerna Foundation
Sampoerna Strategic Square
North Tower, 26 th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 45
Jakarta 12930
Attn: Asri Susanty
7. Selama masa penyeleksian, Siswa dan Orang Tua / Wali tidak diperkenankan untuk
menghubungi Komite Seleksi Beasiswa Program Sampoerna Academy maupun anggota-anggota
tim penyeleksi secara langsung. Pelanggaran atas peraturan ini dapat mengakibatkan Siswa
dinyatakan gugur.
Bila Siswa mempunyai pertanyaan mengenai sekolah, program beasiswa dan lainnya bisa
disampaikan ke Kepala Sekolah yang bersangkutan untuk diteruskan ke Komite Seleksi
Beasiswa Program Sampoerna Academy.
8. Formulir harus diterima paling lambat tanggal 15 April 2009
9. Komite Seleksi Beasiswa Program Sampoerna Academy akan memberitahukan daftar pelajar
yang sukses untuk mengikuti tahap penyeleksian berikutnya ke masing-masing Kepala Sekolah
yang akan menghubungi Siswa yang bersangkutan.

III. Jadwal Seleksi
Registrasi
15 April 2009
Batas waktu formulir aplikasi beserta semua
dokumen pendukung diterima oleh Sampoerna
Foundation, tidak berdasarkan cap pos.

Proses Seleksi
Minggu III April 2009
Proses seleksi dokumen
Minggu IV April 2009
Pengumumam hasil proses seleksi dokumen
Minggu II Mei 2009
Tes Tulis, Wawancara Panel & Diskusi
Minggu III Mei 2009
Peninjauan akhir terhadap calon

Pengumuman
Minggu I Juni 2009
Pemberitahuan pemenang beasiswa
IV. Keterangan Lebih Lanjut
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai beasiswa program Sampoerna Academy di SMA Negeri 10 Malang,
dan prosedur pendaftarannya, silakan kunjungi situs kami www.sampoernafoundation.org atau di nomor
telepon bebas pulsa: 0-800-1-900009 (Senin s/d Jumat, jam 9:00 s/d 17:00 BBWI).

PROGRAM ADIWIYATA SMA NEGERI 10 MALANG


Apa ItuADIWIYATA ?

Adiwiyata mempunyai pengertian atau makna: Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

TUJUAN PROGRAM ADIWIYATA

Menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan utama diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping pengembangan norma-norma dasar yang antara lain: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Serta penerapan prinsip dasar yaitu: partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran; serta berkelanjutan, dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komperensif.
INDIKATOR DAN KRITERIA PROGRAM ADIWIYATA
PENGHARGAAN ADIWIYATA

Pada dasarnya program Adiwiyata tidak ditujukan sebagai suatu kompetisi atau lomba. Penghargaan Adiwiyata diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah yang mampu melaksanakan upaya peningkatan pendidikan lingkungan hidup secara benar, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penghargaan diberikan pada tahapan pemberdayaan (selama kurun waktu kurang dari 3 tahun) dan tahap kemandirian (selama kurun waktu lebih dari 3 tahun).
Pada tahap awal, penghargaan Adiwiyata dibedakan atas 2 (dua) kategori, yaitu:
Sekolah Adiwiyata adalah, sekolah yang dinilai telah berhasil dalam melaksanakan Pendidikan Lingkungan Hidup.
Calon Sekolah Adiwiyata adalah. Sekolah yang dinilai telah berhasil dalam Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup.
Pada tahun 2007 kuesioner yang diterima oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup dari seluruh Indonesia sebanyak 146 sekolah yang berasal dari 17 propinsi. Setelah melalui tahaptahap seleksi penilaian, maka ditetapkanlah 30 sekolah sebagai calon model sekolah Adiwiyata tahun 2007. Sedangkan 10 sekolah yang telah terseleksi sebelumnya di tahun 2006 (meliputi ruang lingkup Pulau Jawa) ditetapkan sebagai sekolah penerima penghargaan Adiwiyata sesuai dengan kategori pencapaiannya.

TATA CARA PENGUSULANCALON PENERIMA PENGHARGAAN ADIWIYATA

Setiap Sekolah dapat diajukan oleh Pemerintah Daerah sebagai calon Sekolah Adiwiyata sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
Pengajuan calon sebagaimana dimaksud diatas dilakukan dengan mengisi kuesioner dan menyertai lampiran yang diperlukan sesuai dengan formulir yang telah disediakan oleh Kantor Negara Lingkungan Hidup.
Calon sekolah Adiwiyata dan sekolah Adiwiyata akan diteliti lebih lanjut oleh Dewan Pertimbangan Adiwiyata.
Penerima penghargaan calon dan sekolah Adiwiyata ditetapkan dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup.
MEKANISME PENILAIAN PROGRAM ADIWIYATA

Pada dasarnya peluang mengikuti program Adiwiyata terbuka bagi seluruh sekolah di tanah air Indonesia. Mengingat keterbatasan yang ada dan kepentingan dari semua pihak terkait, maka dalam proses seleksi dan peni laian, Kementerian Negara Lingkungan Hidup dibantu oleh berbagai pihak, antara lain: Pemerintah Daerah setempat (dalam hal ini dikoordinir oleh BPLHD/Bapedalda Propinsi), bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Akademisi dan pihak swasta lainnya.
Tim Penilai Adiwiyata pun terdiri dari berbagai pemangku kepentingan yaitu: Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Departemen Pendidikan Nasional, LSM yang bergerak di bidang lingkungan, Jaringan Pendidikan Lingkungan, Perguruan Tinggi, Swasta dll. Sedangkan Dewan Pengesahan Adiwiyata terdiri dari Pakar Lingkungan, Pakar Pendidikan Lingkungan, wakil dari Perguruan Tinggi dlsbnya.

(Sumber : menlh.go.id)

MENGENAL SMAN 10 MALANG

PROFIL SEKOLAH


Nama Sekolah : SMA Negeri 10 Malang
No. Statistik Sekolah : 301056102077


Alamat Sekolah : Jl. Danau Grati No. 1 Malang,
Kode Pos 65139
Kecamatan / Kelurahan : Kedungkandang / Sawojajar
Telephone : (0341) 719300
Faximili : (0341) 717300


Tahun Berdiri : 1999 . SK Menteri No. 291/0/1999

Visi dan Misi SMA Negeri 10 Malang

1. Value :

Komitmen, Disiplin, Tanggung Jawab, Toleransi

2. Visi :

Menjadi Sekolah Unggul, Menghasilkan SDM yang Bertaqwa, Cerdas, Berprestasi, Mandiri, dan Berdaya Saing Tinggi serta Berbudaya Lingkungan

3. Misi :

1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, dan demokratis
3. Mengembangkan kepribadian yang luhur, berakhlak, dan berestetika
4. Menciptakan kondisi sekolah yang aman, nyaman, tertib, dan disiplin
5. Mengoptimalkan hubungan yang harmonis antara sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat.
6. Meningkatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan kecakapan hidup.
7. Meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan yang sehat

4. Motto :
HEALTHY, CLEAN, GREEN, SAFE

Tahun 2009, SMA Negeri 10 Malang dijadikan sebagai pilot project pengembangan program Berstandar Internasional Berasrama.

Kamis, 23 April 2009

World Book Day 2009

Maylaffayza, Duta Buku World Book Day 2009


Jakarta : Forum Indonesia Membaca sebagai penggagas perayaan hari buku dan literasi di Indonesia kembali mengadakan World Book Day (WBD) Indonesia 2009 dengan mendaulat Maylaffayza, violinist, sebagai Duta Buku WBD Indonesia 2009. Kegiatan WBD Indonesia ini berlangsung di Museum Bank Mandiri Jakarta, dengan tema "Membaca Untuk Cinta" yang mengedepankan cinta kasih dan keakraban dalam keluarga. “Pentingnya membaca di lingkungan keluarga tidak hanya membuat orang tua lebih pintar tetapi juga mengasah daya pikir anak untuk terus berkembang. Selain itu, adanya interaksi antara orang tua dan anak tentu akan memupuk cinta kasih dalam keluarga” kata Maylaffayza.Pembukaan acara diselenggarakan pada 23 April 2009 bertempat di Auditorium Museum Bank Mandiri, Jakarta, dimulai pukul 09.30 – 12.30 WIB. Maylaffayza akan memberikan sambutannya sebagai Duta Buku WBD Indonesia 2009 dengan mengkampanyekan kegiatan "Membaca Untuk Cinta". Selain Maylaffayza, pembukaan WBD Indonesia juga dihadiri Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, PhD. yang akan memberikan sambutan sekaligus membuka rangkaian perayaan WBD Indonesia 2009.“Kegiatan literasi sudah harus ditanamkan sejak dini dan dimulai dari keluarga. Budaya ini diharapkan mampu membuat banyak orang untuk mau melakukan perubahan dalam hidup melalui literasi. Berawal dari kebiasaan dalam keluarga yang kemudian dapat melahirkan generasi penerus yang mampu melakukan perubahan untuk bangsa dan negaranya” ujarnya.
Adalah suatu kebanggaan bagi Maylaffayza ditunjuk sebagi seorang Duta Buku untuk World Book Day Indonesia tahun ini. Pada perayaan WBD Indonesia 2008 lalu ia sudah terpilih sebagai salah satu duta buku. Pada 2009, Maylaffayza meningkatkan keterlibatannya untuk WBD Indonesia 2009. Tidak hanya sebagai seorang Duta tetapi juga ikut berpartisipasi dalam aktifitas yang dilakukan oleh panitia penyelenggara termasuk diantaranya ikut terlibat dalam pencarian sponsor bagi WBD Indonesia 2009. “Artinya sebagai seorang Duta Buku WBD Indonesia 2009 peran saya bukan hanya sebagai endorser tapi sebagai advocate dari program ini karena potensi program ini sangat besar dan dapat membawa dampak yang sangat positif bagi masyarakat,” kata Maylaf. Seperti yang dijelaskan oleh Dessy Sekar Astina selaku Festival Director dari WBD Indonesia 2009 mengenai pengangkatan Maylaffayza. Kontribusinya sebagai musisi yang peduli pada pendidikan cukup tinggi.“Figur Maylaf sesuai dalam merepresentasikan WBD dimana Maylaf sendiri adalah musisi yang menyukai membaca dan sadar teknologi. Hal ini merupakan penerapan secara tepat definisi literasi," kata Sekar. Pengenalan budaya literasi pada anak dapat dilakukan secara sederhana. Misalnya, kata dia, dengan membacakan buku cerita pada anak sehingga anak dapat mengerti alur cerita yang sederhana dan menambah pengetahuannya tentang alam dan lingkungan sekitar.
"Orangtua memegang peranan penting untuk mengajarkan anak tentang perilaku dan perasaannya sendiri serta memberikan pemahaman kepada anak tentang bagaimana manusia sebagai makhluk sosial harus saling menghargai satu sama lain,” tutur Maylaffayza.Perayaan Hari Buku Sedunia 2009 akan berlangsung dari tanggal 23 April – 17 Mei 2009 dengan serangkaian program yang telah dipersiapkan oleh panitia. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, WBD Indonesia 2009 menawarkan program WBD Goes to School yang berlangsung setiap hari Senin – Jumat dari tanggal 27 April – 15 Mei 2009.

(Sumber : TEMPO Interaktif)

Peringatan Hari Bumi SMAN 10 Malang

Peringatan Hari Bumi di SMAN 10 Malang adalah dengan melanjutkan Program C n C (Clean and Care) dan Tindak lanjut dari Program Sekolah yang Peduli dan Berbudaya Lingkungan (ADIWIYTA)

Hari Bumi yang diperingati pada tanggal 22 April setiap tahunnya menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan pada tahun 1970.Hari Bumi lahir atas prakarsa seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional.Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama. Pada awalnya Gaylord berharap pemikirannya tercapai melalui kunjungan yang dilakukan presiden Kennedy ke sebelas negara bagian pada September 1963, namun dengan beberapa alasan kunjungan tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional.Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya. Setelah tur Kennedy, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri ke beberapa negara bagian. Di seluruh pelosok negara, bukti penurunan kualitas lingkungan terjadi di mana-mana. Semua orang menyadarinya, kecuali kalangan politik.Akhirnya pada musim panas 1969 Gaylord mengetahui bahwa aksi demonstrasi anti-perang vietnam telah menyebar secara luas melalui perguruan tinggi di seluruh negeri. Dari sana ia mendapat ide untuk melakukan hal yang sama dalam kempanye lingkungannya. Ia memilih kalangan bawah dalam melakukan aksi protes terhadap kerusakan lingkungan.Pada sebuah konferensi di Seattle September 1969, Gaylord mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk berpartisipasi. Setelah itu, berbagai surat, telegram, dan telepon mengalir dari seluruh negeri.Warga Amerika akhirnya menemukan sebuah forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah, sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka.Pada 30 November 1969 New York Times melaporkan terjadinya peningkatan aktivitas kepedulian terhadap lingkungan di seluruh negeri terutama di kampus-kampus dan suatu hari untuk peringatan permasalahan lingkungan tengah dirancang untuk untuk musim semi mendatang yang dikoordinasi oleh Senator Gaylord Nelson. Hal ini menjadi bukti keberhasilan perjuangan Gaylord Nelson dalam mengedepankan isu lingkungan sebagai agenda nasional.Pada tanggal 22 April 1970, akhirnya sekitar 20 juta warga Amerika turun ke jalanan serta memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk mengkampanyekan kesehatan dan keberlangsungan lingkungan.Ribuan mahasiswa berkumpul menentang kerusakan lingkungan. Kelompok-kelompok yang sudah sejak lama menentang adanya tumpahan minyak di lingkungan, pabrik-pabrik dan pembangkit listrik penyebab polusi, buruknya saluran pembuangan, pembuangan bahan-bahan berbahaya, pestisida, jalan raya, hilangnya hutan belantara, serta semakin punahnya kehidupan liar menyadari adanya kebersamaan atas perjuangan mereka dari masyarakat.Lahirnya KTT Bumi 1992Hari Bumi pada tahun 1970 telah menghasilkan persatuan kalangan politik yang sebenarnya jarang terjadi, yang berasal dari kaum republik maupun demokrat, dan berbagai pencampuran kalangan lainnya.Hari Bumi pertama menjadi awal terbentuknya United States Environmental Protection Agency/US EPA (sebuah badan perlindungan lingkungan Amerika) dan juga sebagai langkah awal menuju lingkungan dengan udara dan air yang bersih, serta perlindungan terhadap mahkluk hidup.Pada tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global.Sekitar 200 juta orang dari 141 negara di dunia tergerak untuk mengangkat isu lingkungan dalam skala global. Hari Bumi 1990 pun menjadi titik tolak terlaksananya KTT Bumi 1992 di Rio de Janeiro .Tahun 2000 Hari Bumi mendapat bantuan dengan adanya internet untuk menghubungkan para aktivis di seluruh dunia.Pada tanggal 22 April sekitar 5000 kelompok pemerhati lingkungan di seluruh dunia merangkul ratusan juta penduduk di 184 negara yang menjadi rekor baru untuk mengkampanyekan Hari Bumi. Berbagai kegiatan diselenggarakan secara bervariasi mulai dari rantaian suara genderang dari desa ke desa di Gabon , Afrika hingga ratusan ribu warga yang berkumpul di National Mall, Washington D.C. , Amerika Serikat.Hari Bumi 2000 secara keras dan jelas menyerukan pesan bahwa penduduk dunia menginginkan tindakan yang cepat dan tegas untuk penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan.MAKNA HARI BUMIPerjuangan untuk mencapai lingkungan yang bersih tetap berlangsung hingga sekarang. Melalui Hari Bumi 2009 mendatang sebuah Seruan untuk Tindakan dalam Perubahan Iklim, Hari Bumi mengajak setiap orang untuk menjadi bagian dari sejarah dan Hari Bumi.Hari Bumi menyerukan penduduk dunia untuk menemukan energi yang kita miliki namun belum kita ketahui. Dengan menggabungkannya teknologi yang diharapkan dapat menuju tercapainya pembangunan dunia yang bersih dan sehat untuk generasi yang akan datang.Peduli pada lingkungan dan masa depan anak cucu kita dan anda ? Mari berperan aktif melakukan hal kecil untuk memperbaiki perubahan iklim dan membantu menyelamatkan masa depan bumi...:)
Bagaimana dengan anda.... apa yang terbaik bagi bumi semampumu lakukanlah....mumpung kita masih hidup....:)
(Sumber : Webforum)

Rabu, 22 April 2009

10 RESEP SUKSES BANGSA JEPANG

1. KERJA KERAS
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), danPerancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan "agak memalukan" di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk "yang tidak dibutuhkan" oleh perusahaan.
2. MALU
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena "mengundurkan diri" bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. HIDUP HEMAT
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. LOYALITAS
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanyamau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
5. INOVASI
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennyadimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
6. PANTANG MENYERAH
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumberdaya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di erakekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).
7. BUDAYA BACA
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. KERJASAMA KELOMPOK
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa "1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok". Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan "rin-gi" adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam "rin-gi".
9. MANDIRI
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handukdan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di SaitamaUniversity mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka "meminjam" uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. JAGA TRADISI
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata "tidak" untuk apabila mendapat tawarandari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena "hai" belum tentu "ya" bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi didunia.
(Sumber :kaskus.us)

Tim Olimpiade Fisika Indonesia targetkan Dua Emas

JAKARTA -- Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengirimkan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) untuk mengikuti Olimpiade Fisika Asia ke-10 atau 10th Asian Physics Olympiad (APhO) pada 24 April hingga 2 Mei 2009 di Bangkok, Thailand. Tim Indonesia ditargetkan meraih dua medali emas. Ajang kompetisi ini akan diikuti 23 negara.''Pemerintah akan memperhatikan dan mendorong para pemenang agar lebih berprestasi ke arah yang lebih bisa membangun sumber daya Indonesia menjadi lebih baik. Kamia harus beri jalan kepada mereka untuk berprestasi yang lebih baik lagi,'' ujar Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Suyanto saat melepas TOFI, Rabu (22/4).Para pelajar yang akan berlaga pada APhO ke-10 adalah Andri Pradana (SMAK BPK Penabur 1, DKI Jakarta), Brigitta Septriani (SMA Santo Petrus Pontianak, Kalimantan Barat), Dzuhri Radityo Utomo (SMAN 1 Yogyakarta, DIY), Fernaldo Richtia Winnerdy (SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Banten), Muhammad Sohibul Maromi (SMAN 1 Pamekasan, Jawa Timur), Paul Zakharia Fajar Hanakata (SMAN 1 Denpasar, Bali), Sandoko Kosen (SMA Sutomo 1 Medan, Sumatera Utara), dan Winson Tanputraman (SMAK BPK Penabur 1 DKI Jakarta).Suyanto mengatakan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan keputusan presiden (kepres) untuk menjamin anak-anak sekolah menengah atas (SMA) yang meraih medali emas. Mereka, kata dia, akan disekolahkan oleh pemerintah sampai jenjang S3 ke manapun di seluruh dunia. ''Mereka boleh sekolah di Harvard, Cambridge, maupun Oxford,'' tegasnya. eye/kpo

Ibnu Zuhr: Dokter Terhebat dari Zaman Keemasan

Bapak ilmu bedah eksperimental’‘ begitulah Ibnu Zuhr kerap dijuluki. Menurut Abdel-Halim (2005) dalam tulisannya bertajuk Contributions of Ibn Zuhr (Avenzoar) to the progress of surgery: A study and translations from his book Al-Taisir, dokter Muslim kelahiran Seville, Spanyol Islam, itu dianggap telah berjasa memperkenalkan metode eksperimental dalam ilmu bedah. Sang dokter pun tercatat sebagai dokter perintis yang memperkenalkan metode bedah manusia dan autopsi. ‘’Ibnu Zuhr adalah penemu prosedur bedah tracheotomy (leher),’‘ papar Abdel-Halim. Dokter terkemuka pada era kejayaan Islam di Spanyol itu juga berhasil mengungkap misteri penyebab kudis dan radang. Dialah dokter pertama yang meyakinkan eksistensi parasit lewat parasitologi.

Berkat sederet pencapaian yang berhasil ditorehkannya itu, para sejarawan sains pun menabalkan Ibnu Zuhr sebagai dokter Muslim terhebat di zaman keemasan Islam. Ia dianggap mampu melampaui prestasi yang dicapai dokter-dokter Muslim lainnya di dunia Islam. Ibnu Zuhr memosisikan dirinya sebagai seorang dokter spesialis yang fokus pada satu bidang kedokteran. Padahal, kala itu tenaga medis Muslim lebih memilih berpraktik sebagai dokter umum. Itulah yang menyebabkan Ibnu Zuhr mampu memproduksi karya-karya yang tetap termasyhur hingga era milenium baru. Terobosan dan temuan penting yang berhasil dicapainya dalam ilmu kedokteran itu dituliskannya dalam sebuah buku monumental berjudul Kitab al- Taisir fi al-Mudawat wa al-Tadbir (Book of Simplification concerning Therapeutics and Diet).

Kitab itu ditulis atas permintaan Ibnu Rushd alias Averroes. Inilah masterpiece yang dihasilkan Ibnu Zuhr. Dalam Kitab al- Taisir, Ibnu Zuhr memaparkan sederet kontribusi penting yang dihasilkannya dalam ilmu kedokteran. Buku itu mengupas beragam penyakit dan cara penyembuhannya. Ia juga menulis Kitab al- Iqtisad fi Islah al-Anfus wa al-Ajsad (Book of the Middle Course concerning the Reformation of Souls and the Bodies). Kitab itu berisi rangkuman beraneka jenis penyakit, pengobatan, dan pencegahannya. Buku itu pun dipandang sangat bernilai tinggi karena di dalamnya mengupas dan membahas kajian psikologi.

Ibnu Zuhr juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan asupan gizi yang baik dan seimbang. Buah pikirannya itu dituliskannya dalam Kitab al-Aghthiya (Buku mengenai Bahan Makanan). Di buku itu, Ibnu Zuhr memerinci dan menjelaskan aneka jenis makanan dan obat-obatan serta dampaknya bagi kesehatan. Pemikiran dan penemuan yang berhasil diciptakannya begitu berpengaruh, baik di dunia kedokteran Barat maupun Timur selama beberapa abad. Buah pikir sang dokter itu lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan bahasa Yahudi (Hebrew). Buku-buku yang ditulis Ibnu Zuhr itu masih populer dan menjadi rujukan sekolah kedokteran di Eropa hingga abad ke-18 M.

Sebagai perintis ilmu bedah eksperimental, Avenzoar julukan Ibnu Zuhr merupakan dokter pertama yang memanfaatkan binatang sebagai ‘kelinci percobaan’. Untuk bedah tracheotomy, misalnya, Ibnu Zuhr menyempurnakan prosedur bedahnya melalui uji coba pada seekor kambing. Ibnu Zuhr juga sempat melakukan percobaan pada seekor biri-biri ketika menangani penyakit paru-paru. ‘’Dia merupakan pendiri ilmu bedah yang independen dari bidang kedokteran,’‘ cetus Abdel-Halim. Secara khusus, dokter Muslim legendaris dari abad ke- 12 M itu memperkenalkan sebuah pusat pelatihan khusus bagi para calon dokter ahli bedah di masa depan.

Menurut Ibnu Zuhr, tak sembarang dokter bisa melakukan operasi atau bedah. Hanya dokter yang memenuhi syaratlah yang boleh melakukan operasi. Selain berjasa dalam bidang ilmu bedah eksperimental, Ibnu Zuhr turut berkontribusi dalam mengembangkan anatomi, fisiologi, etiologi, dan parasitologi. Ia adalah seorang dokter yang brilian. Ibnu Zuhr kerap mengkritisi berbagai karya kedokteran yang terdahulu, termasuk Kitab Qanun fi al-tib karya Ibnu Sina. Sang dokter legendaris ini pun membenarkan adanya darah dalam tubuh. Ibnu Zuhr juga merupakan dokter pertama yang mendirikan etiologi atau ilmu dalam kedokteran yang membahas penyebab dan asal mula penyakit. Etiologi dirintisnya saat meneliti penyakit radang telinga. Ia pun berperan dalam pengembangan ilmu anestesi. Berkat jasa Ibnu Zuhr dan Abu Al- Qasim Al-Zahrawi, Spanyol Islam tetap dikenal sebagai pengembang anestesi modern.

Kontribusi penting lainnya yang diwariskan Ibnu Zuhr bagi ilmu kedokteran modern adalah dalam bidang neurologi dan neurofarmakologi. Martin-Araguz dkk (2002) dalam bukunya bertajuk Neuroscience in al- Andalus and its influence on medieval scholastic medicine, mengungkapkan bahwa Ibnu Zuhr adalah dokter pertama yang menjelaskan gangguan pada syaraf, termasuk meningitis, intracranial thrombophlebitis, dan tumor. Menurut Martin-Araguz, Ibnu Zuhr juga turut mengembangkan neurofarmakologi modern. Ia tercatat dalam sejarah kedokteran sebagai dokter perintis yang menulis pharmacopoeia (buku daftar obat-obatan resmi). Sang dokter dari Spanyol Islam juga menerapkan sistem pengobatan dengan obat untuk menyembuhkan gejala dan penyakit tertentu.

Ibnu Zuhr dikenal sebagai dokter yang unik. Ia mengembangkan ilmu kedokteran yang berbasis pada riset dan percobaan ilmiah. Berkat sistem yang dikembangkannya itu, Ibnu Zuhr mampu menemukan beberapa penyakit yang tak diketahui sebelumnya, seperti penyakit paru-paru. Yang lebih memukau lagi, Ibnu Zuhr merupakan dokter yang menggunakan jarum suntik untuk memberikan makanan buatan bagi pasiennya. Studi penyakit lingkungan juga sangat menarik minat dan perhatiannya. Ketika wabah penyakit melanda kota Marrakech, Ibnu Zuhr turun langsung ke lapangan melakukan penelitian dan memberikan pertolongan. Ia merupakan dokter perintis dalam berbagai hal. Dalam mengembangkan sesuatu yang baru dalam ilmu kedokteran, Ibnu Zuhr selalu tampil sebagai penemu.

Sang dokter dari Spanyol Islam itu lagi-lagi tercatat sebagai yang pertama berhasil mengungkapkan nilai gizi yang terkandung dalam madu. Terobosan demi terobosan yang berhasil dikembangkannya membuat dokter-dokter lainnya kagum. Ibnu Rushd dalam bukunya Al-Kuliyat menyebut Ibnu Zuhr sebagai dokter terbesar setelah Galen. Dunia kedokteran sungguh telah banyak berutang budi dan pantas berterima kasih atas jasa dan kontribusi Ibnu Zuhr.


Jejak Hidup Sang Dokter

Abu Marwan Abdal-Malik Ibnu Zuhr. Itulah nama lengkap Avenzoar yang terlahir di Seville, Spanyol, pada tahun 1091 M. Dia dikenal sebagai dokter, apoteker, ahli bedah, sarjana Islam, dan seorang guru. Beberapa sejarawan menyebut Ibnu Zuhr sebagai orang Yahudi, namun Bapak Sejarah Sains, George Sarton memastikan bahwa sang dokter adalah seorang Muslim.

Ia menimba ilmu kedokteran di Universitas Cordoba. Ibnu Zuhr merupakan keturunan dari keluarga Bani Zuhr yang melahirkan lima generasi dokter, termasuk dua di antaranya wanita. Ibnu Zuhr pertama kali belajar praktik kedokteran dari ayahnya bernama Abu’l- Ala Zuhr (wafat tahun 1131 M). Kakeknya juga adalah seorang dok - ter yang termasyhur di Andalusia. Setelah merampungkan studinya, sastra, hukum, dan doktrin, Ibnu Zuhr mulai mendalami ilmu kedokteran secara khusus, Ibnu Zuhr lalu mendedikasikan dirinya untuk penguasa Dinasti Al- Murabitun penguasa Spanyol Islam setelah padamnya Kekha - lifah an Umayyah.

Hubungannya dengan penguasa Dinasti Mura - bitun memburuk ketika Ali Ibnu Yussuf Ibnu Tachfine berkuasa. Ibnu Zuhr lalu dipenjara selama 10 tahun di Marrakech. Setelah kekuasaan dinasti itu berakhir, Ibnu Zuhr kembali ke Andalusia dan mengabdi pada Abd al-Mu’min penguasa pertama Dinasti Al-Mu - wahidun. Ia adalah teman, murid, dan guru seorang dokter serta filsuf terkemuka Ibnu Rushd. Di era kekuasaan Dinasti Muwahidun, Ibnu Zuhr menulis karya-karyanya. Ia tutup usia pada 1161 M di tanah kelahirannya, Seville. Meski begitu, ia tetap dikenang dan namanya masih tetap abadi.

Ibnu Zuhr mewariskan beberapa kitab kedokteran penting bagi peradaban manusia modern, seperti: Kitab at-Taysirfi al-mudawat wa at-tadbir(Perawatan dan Diet). Ini adalah ensiklopedia kedokteran yang membuktikan bakat dan keahlian Ibnu Zuhr. Dia lalu menawarkan kepada temannya, Ibnu Rushd, untuk mengumpulkan bukunya dalam Generalities in Medicine. Kedua buku itu saling melengkapi satu sama lain. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada 1490 M dan masih digunakan sebagai referensi hingga abad ke-17 M.

Salinan buku kompilasi antara karya Ibnu Zuhr dan Ibnu Rushd itu masih tersimpan di banyak perpustakaan, seperti di Perpustakaan Umum Rabat, perpustakaan-perpustakaan di Paris, Oxford di Inggris, dan Florence di Italia. Kitab al-Iktisad fi Islah an-Nufus wa al-Ajsad (Curing souls and bodies)adalah rangkuman berbagai penyakit, perawatannya, pencegahan, kesehatan, dan psikoterapi. Salinan kitab ini masih tersimpan di Perpustakaan Istana di Rabat. Kitab al-Aghdia wa al-adwya (Nutrition and Medication). Dalam kitab ini, Ibnu Zuhr menjelaskan beragam jenis makanan bergizi, obat-obatan, serta dampaknya bagi kesehatan risalah. Dua salinannya masih tersimpan dengan baik di Perpustakaan Istana di Rabat. Lewat karya-karyanya itulah pemikiran Ibnu Zuhr hingga kini tak pernah mati.
(Sumber : dok/rep/Januari 2009/heri ruslan )

Peran Pendidikan Menuju Bangsa Yang Bermartabat

Pada pertemuan Better Education Through Reformed Management And Universal Teacher Upgrading (BERMUTU), 29 Januari 2009 di Hotel Kaisar Jakarta, Prof. Dr. SUDJARWO, M.S., menyampaikan pemikirannya tentang “Peran Pendidikan Menuju Bangsa yang Bermartabat.
Dikatakannya bahwa mendidik merupakan usaha sadar manusia mengorganisir lingkungan menghubungkannya dengan peserta didik sehingga terjadi proses pembelajaran. Mengorganisir lingkungan adalah upaya sadar dengan melihat potensi lingkungan kemudian merespon peserta didik sehingga terjadi transformasi menuju pada terbentuknya proses pembelajaran.
Untuk membentuk proses pembelajaran yang berkualitas diperlukan partisipasi yang tinggi dari semua penyelenggara pendidikan. Dalam hal ini, terdapat dua kata kunci pokok yang harus diperhatikan guna keberhasilan pendidikan: (1) Anggaran pendidikan yang memadai dari pemerintah dan (2) Partisipasi guru, murid dan orang tua/masyarakat. Anggaran pendidikan adalah bentuk tanggungjawab negara terhadap warganya yang diatur oleh undang-undang. Negara yang peduli dengan generasi masa depan bangsanya akan memprioritaskan anggaran pendidikan pada anggaran belanja negaranya.
Terkait dengan partisipasi guru, Sudjarwo menyebutkan bahwa apapun pembaharuan pendidikan dilakukan jika tidak menyentuh apa yang digelar guru di muka kelas, maka pembaharuan dan apapun namanya tidak berarti apa-apa. Sementara terkait dengan partisipasi murid, proses pendidikan tidak akan berjalan jika tidak ada kesadaran dari peserta didik bahwa proses pembelajaran itu orientasinya ada pada peserta didik itu sendiri, bukan pada pendidik. Apapun pembaharuan pendidikan jika peserta didik tidak menyadari tugas dan fungsinya maka tujuan pendidikan tidak akan tercapai. Berkenaan dengan tanggungjawab orang tua/masyarakat, penyelenggaraan pendidikan tidak mungkin hanya dapat dilaksanakan oleh pemerintah saja tanpa partisipasi masyarakat.
Secara skematik, model Peran Pendidikan Menuju Bangsa Yang Bermartabat dapat dilihat dalam bagan berikut ini:


Dari pemaparannya ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Martabat bangsa dapat diwujudkan apabila mutu penyelenggaraan pendidikan menjadiprioritas.
Martabat bangsa akan terwujud jika semua elemen bangsa peduli terhadap pendidikan
Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja
Inventasi bidang pendidikan memerlukan dana yang besar dan waktu yang lama.


(Sumber : wordpres)

Senin, 20 April 2009

RIWAYAT HIDUP ALBERT EINSTEIN



ALBERT EINSTEIN mungkin adalah orang genius paling ngetop di dunia. Selain genius luar biasa, ia juga ramah, akrab dengan siapa pun, humoris, ekstentrik, dan bisa menerangkan hal-hal yang rumit dengan “lumayan” sederhana.

Einstein, sang genius, sewaktu kecil ternyata per nah membenci sekolah ! Ia menganggap sekolah sangat membo san kan dan menggang gunya untuk melakukan hal yang paling ia senangi, membaca, dan main biola. Jadi, ia suka bolos ! Yep, Einstein dulu suka bolos. Kebanyakan supaya dia bisa lebih banyak membaca. Ia juga senang mendengarkan musik klasik, seperti Mozart, Bach, dan Schubert.

Waktu umurnya lima tahun, ayah Einstein memberinya sebuah kompas. Pemberian ayahnya itu memberi inspirasi berpikir yang hebat buat Einstein kecil. Ia sangat penasaran mengapa jarum benda itu selalu menunjuk ke tempat yang sama, Utara, walaupun ia selalu berusaha membolak-balik benda itu. Ada apa di Utara? Kenapa seakan-akan ada “kekuatan ajaib” yang tidak terlihat di ujung utara bumi yang selalu menarik jarum itu ke arah sana? Ada apa di Utara?

Einstein lahir di Ulm, Jerman tahun 1879 dari orangtua Yahudi. Sejak kecil, ia suka menyendiri dan berpikir.

Ia jalan-jalan mendaki bukit di desanya yang tenang dan sejuk dan, sesampainya di puncak, ia berbaring santai di rumput yang hijau dan mulai mengkhayal..

Ia berpikir tentang semua keajaiban alam, tentang kompasnya, tentang tenaga ajaib yang menjaga jarumnya tetap di utara, tentang luar angkasa yang mahaluas, tentang “makhluk” apa itu listrik yang dikerjakan ayahnya, dan banyak lainnya.

EINSTEIN YANG “TIDAK TERLALU PINTAR” ?

Waktu sekolah menengah di Munich, Einstein tidak menyukai guru-gurunya. Di Jerman, saat itu anak-anak diajarkan dengan cara yang kaku, formal, dengan disiplin seperti tentara. Mereka tidak boleh banyak bertanya, apalagi mempertanyakan ajaran gurunya. Mereka yang berbuat seperti itu malah dianggap kurang ajar dan akan dihukum. Einstein cenderung pemalu, tetapi dia tidak pernah takut untuk bertanya. Guru-gurunya pun jadi tidak menyukainya. Malah ia dicap “tidak terlalu pintar”, alias slow learner. Umur 15 tahun, ia akhirnya nekat berhenti sekolah. Ia pergi ke Italia untuk bergabung dengan keluarganya yang sudah lebih dulu pindah.

Namun, karena pendidikan itu penting, ia akhirnya meneruskan sekolahnya kembali di Swiss. Akan tetapi di Swiss, sekolahnya menyenangkan baginya. Disana guru-gurunya sangat baik dan di sana anak-anak justru sangat dianjurkan untuk bertanya.

Tahun 1900, Einstein yang sudah lulus akademi ternyata gagal menjadi guru ! Ia malah terpaksa jadi pegawai di kantor pencatatan hak paten penemuan-penemuan baru. Apa ia kecewa ? Tentu. Akan tetapi, justru di tempat itu, Einstein malah jadi bisa berpikir lebih banyak dan lebih bebas. Ia selalu dapat menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat, dan setelah itu ia bebas memikirkan apapun hal-hal yang menarik baginya. Dan ini akan menjadi salahsatu masa terbaik Einstein..

(Bahkan orang-orang paling jenius di dunia pernah gagal. Orang super jenius lainnya Thomas Alva Edison gagal ribuan kali sebelum akhirnya menemukan Bola Lampu. Begitu banyaknya mungkin sampai 10.000 kali ! tapi kegagalan tidak perlu membuat kita berhenti kan ?)

1905, THE WONDERFUL YEARS..
Justru di masa kerjanya di kantor paten inilah Einstein menghasilkan banyak penemuan terbesarnya. Termasuk dasar teori Fotoelektriknya (yang akan memberinya Hadiah Nobel), salahsatu Teori Relativitasnya, RELATIVITAS KHUSUS, dan juga Rumus Ajaibnya, E = mc². E adalah Energi, m adalah massa, dan c adalah kecepatan Cahaya, 300.000 km/detik. Einstein saat itu umurnya baru 26 tahun..

Rumus ini mengungkapkan bahwa masa yang kecilpun saat bergerak pada kecepatan cahaya akan berubah menjadi Energi yang maha dahsyat. Ini adalah dasar penting salahsatunya bagi penciptaan tenaga, dan Bom Atom.

Pada tahun 1905 itu juga, ia meraih gelar doktor dari Universitas Zurich. Kariernya pun mulai meningkat. Ia makin banyak menghasilkan ide-ide yang orisinal dan kontroversial.

Di Jerman, sebelum era Hitler, pemerintah sangat menghargainya dan memberikan banyak posisi penting pada Einstein, misalnya Guru Besar Universitas Berlin, Direktur Lembaga Fisika “Kaisar Wilhelm”, dan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia. Berbagai kemudahan dan fasilitas yang dimiliki memudahkan Einstein untuk mengakse­lerasi kan ilmunya.

Tahun 1915 ia mengumumkan teori barunya, RELATIVITAS UMUM. Ini teori baru yang lagi-lagi mengguncang dunia. Teori ini menggoyahkan teori Gravitasi Newton yang sudah berusia ratusan tahun. Menurut Relativitas Umum, Gravitasi bukan disebabkan Gaya Tarik, tapi karena adanya distorsi Ruang-Waktu dari suatu benda langit, yang mempengaruhi gerakan benda langit lainnya. Distorsi Ruang-Waktu itulah yang “menjebak” bumi sehingga terus berputar mengelilingi Matahari, dan menjebak” bulan sehingga selalu berputar mengelilingi Bumi. Dan akhirnya mengatur seluruh pergerakan benda-benda langit.

1921. Saat ini Einstein sudah menjadi seorang Superstar ! Di tahun ini ia akhirnya berhasil memperoleh Hadiah Nobel atas Teori Efek Foto-elektriknya yang cemerlang. Di tahun ini juga ia pergi ke New York, Amerika. Sesampainya di sana, ia disambut seperti layaknya bintang film. Semua orang ingin melihatnya. Tidak cuma para ilmuwan tetapi semua orang. Wartawan memburunya untuk minta wawan cara. Ia juga diundang ke White House oleh Presiden Warren Harding. Einstein juga lalu berkeliling dunia dan mendapat sam butan yang heboh di mana-mana. Akan tetapi, lalu ter jadi perkembangan baru di Jerman. Hitler berkuasa. Orang-orang Yahudi di tin das dan banyak yang me la rikan diri ke luar negeri. Einstein bagi Nazi adalah orang Yahudi nomor satu yang harus dihabisi. Einstein akhirnya memilih untuk jadi warga negara Amerika pada 1940.

Lalu, beberapa ahli fisika Yahudi yang baru saja melarikan diri dari Jerman memberi tahu Einstein bahwa Jerman hampir menemukan cara untuk menciptakan BOM ATOM ! Ia pun segera menulis surat kepada Presiden Amerika, Roosevelt, untuk memberikan peringatan akan ancaman ini. Roosevelt juga segera menyadari bahaya ini dan mendorong dilakukannya proyek penelitian energi atom yang dinama­kan “PROJECT MANHATTAN”. Nantinya, proyek ini ternyata memang berhasil menciptakan bom atom yang kemudian dijatuhkan di Jepang pada akhir Perang Dunia II.

Namun, proyek ini lalu membuat Einstein prihatin. Manusia telah berhasil menciptakan senjata yang daya hancurnya tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Jika manusia nanti mam pu membuatnya dalam jumlah yang banyak dan terjadi se suatu, dunia bisa musnah. Ia pun mulai memperjuang kan agar pengembangan senjata ini bisa dibatasi. Einstein ak hirnya tidak saja dikenal sebagai salah seorang paling genius di dunia, tetapi juga sebagai orang yang gigih menyokong gerakan perdamaian.

Einstein, sang genius, meninggal dunia pada 18 April 1955.

“ THE PERSON OF THE CENTURY”

Tahun 1999 lalu, menjelang berakhirnya abad 20, majalah Time memilih Albert Einstein sebagai manusia Terbesar Abad Ini, “Person of the Century” diantara 100 manusia-manusia terbesar abad 20.

MALANG KOTA PENDIDIKAN (SBI SMAN 10 MALANG)



Dengan keunggulan posisi geografisnya yang membuat kota ini sejuk, murahnya biaya hidup, banyaknya instansi pendidikan, membuat Kota Malang menjadi target pelajar seluruh Indonesia untuk mengais ilmu.

Tren ini sudah mulai terlihat sejak 2002. Karena itu, tak salah bila pembangunan kota yang terkenal dengan apelnya ini diarahkan menjadi Kota Pelajar dan Kota Pendidikan.

Demikian dijelaskan Drs. H. Shofwan S.H, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang saat menandatangani MOU program sekolah bertaraf internasional Berasrama dengan Sampoerna Foundation di Jakarta Selatan, Rabu (25/2).

"Geografis malang cenderung sejuk, sarana pendidikan memadai, biaya hidup murah jadi incaran pelajar. Selain itu, jumlah institusi pendidikannya yang banyak. Ini sesuai tekat kota Malang menjadikan kota pendidikan," katanya.

Parameter yang sangat mempengaruhi, menurut Shofawan adalah banyaknya jumlah institusi pendidikan, yakni 43 Perguruan Tinggi Swasta mencapai 43 buah, dan 3 PT Negeri. Sementara jumlah SMA Negeri mencapai 10, 12 SMK Negeri, 24 SLTP, dan 285 SD. "Saat ini terdapat 200 ribu mahasiswa dan 162 pelajar," tambahnya.

Berbagai terobosan pun dilakukan Pemerintahan Kabupaten Malang, salah satunya bekerja sama dengan lembaga-lembaga pemberi beasiswa baik asing ataupun dalam negeri. Sasarannya adalah menggiring sekolah-sekolah agar berstandar internasional atau SBI. Salah satu sekolah yang menjadi pilot project program SBI ini adalah SMA Negeri 10 Malang.

"Kami melihat SMA 10 memiliki potensi untuk dikembangkan, meski terletak di pinggiran. Ada kemauan dari elemen sekolah tersebut untuk maju, baik guru, murid dan juga kepala sekolahnya," jelas Shofwan.

"Saya harap pilot project SMA 10 ini bisa menjadikan acuan kepada kota-kota se-JawaTimur dalam konsep SBI," harap Shofwan.

"Pengembangan SBI sesuai Peraturan Pemerintah Pasal 19 No 25, memiliki 8 standar diantaranya 30% tenaga pendidik S2, sarana prasarana memadai, standart pengelolaan, dan adanya evaluasi pendidikan secara periodik, berbasis IT, bilingual language," tambah Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jatim, Drs. H. Rasiyo, Msi.

SMAN 10 MALANG

Meski bukan sekolah unggulan, SMA Negeri 10, Malang dijadikan sebagai pilot project pengembangan program Berstandar Internasional Berasrama.

"Kami menjaring sekolah-sekolah yang bukan unggulan. Artinya, memiliki keinginan untuk maju tapi memiliki keterbatasan, baik di bidang sarana-prasarana ataupun pengajar," terang Sapto H Sakti, Cummunication Director Sampoerna Foundation sebagai donor utama program itu, di Jakarta, Rabu (25/2).

Menurut Sapto, fungsi asrama bukan bermaksud untuk mengisolasi siswa, namun mendapatkan pendidikan holistik mencakup pengetahuan, keahlian, karakter serta agar antarmahasiswa bisa bertukar pikiran, termasuk interaksi sosial di sekitar sekolah.

"Selain mewajibkan interaksi sosial mereka juga harus melakukan pemberdayaan sosial, minimum empat kali setahun. Misalnya memberdayaan pedagang kaki lima yang biasanya hanya menjual produk kemudian dibuang, karena tidak laku menjadi makanan berkemasan atau mengoptimalkan fungsi perpustakaan desa," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 10 Malang menyatakan bahwa harapan ini sudah muncul lama. "Telah lama mengimpikan program ini, dimana biaya sekolah, biaya buku digratiskan. Begitu pula dengan biaya hidup, karena mereka tinggal di asrama," ujar Niken Santjojo, Kepala Sekolah SMA N 10.

Untuk mendukung program ini, maka ada penambahan fasilitas sekolah dan asrama yang berkapasitas 450 siswa. Setiap tahun ajaran baru, sekolah ini akan menerima 150 siswa.

"Guna menjaga kualitas dan intensitas belajar-mengajar, setiap ruang kelas hanya akan diisi oleh 25 siswa. Seluruh siswa akan diasramakan dan mendapat ajaran akademik, life skills dan pengembangan kepribadian," jelasnya.

Program ini lebih lanjut akan diterapkan mulai tahun ajaran mendatang, yakni pertengahan tahun ini. Sementara bagi siswa-siswa yang telah masuk sejak tahun 2006 dilaksanakan program united school international. Artinya, seluruh siswa dan staf pengajarnya diarahkan menuju program SBI-Berasrama.

Karena itu, penerapan bilingual language pada enam pelajaran dan pelatihan bahasa Inggris kepada guru-guru sudah mulai diadakan. "United school international, telah dilakukan sejak 2006. Tentunya tidak bisa dadakan. Jadi tentunya ada persiapan-persiapan menuju penerapan SBI-Berasrama ini," terang Niken.