SELAMAT DATANG DI SAMPOERNA ACADEMY SMAN 10 MALANG

Jl. Danau Grati No. 1 Malang Telp./Fax 0341-719300,717300, JAWA TIMUR - INDONESIA

Komitmen Bersama untuk meningkatkan "Perpustakaan Sebagai Pusat Ilmu dan Kreativitas" DIGITAL LIBRARY: PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENCETAK SISWA BERPRESTASI

Jumat, 10 April 2009

PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENCETAK SISWA BERPRESTASI

Abstrak:
Peran perpustakaan sekolah sangatlah signifikan dalam mencerdaskan masyarakat penggunanya, khususnya dalam mencetak siswaberprestasi. Peran perpustakaan sekolah akan maksimal jika didukung oleh pihak sekolah (kepala sekolah). Fasilitas perpustakaan sekolah yang baik,membuat siswa bisa dan terbiasa belajar dengan baik. Sinergi antara siswadan pustakawan, akan berbuah prestasi bagi siswa serta kinerja yang baikbagi pustakawan. Dengan koleksi uptodate yang terus berganti, siswamenjadi kaya akan wawasan, ilmu pengetahuan, informasi, tidak gaptekserta menjadi siswa pintar yang mempunyai segudang prestasi. Siswa yangsenang dan sering memanfaatkan perpustakaan sebagai penyedia jasainformasi dan ilmu pengetahuan, akan terbantu dalam mewujudkan prestasidan cita-cita pendidikannya.Kata-kata kuci : perpustakaan sekolah, siswa berprestasiPerpustakaan sebagai lembaga penyedia ilmu pengetahuan dan informasimempunyai peranan yang signifikan terhadap lembaga induk serta masyarakatpenggunanya. Demikian halnya di dalam lingkungan pendidikan seperti sekolah.Perpustakaan sekolah merupakan pusat sumber ilmu pengetahuan dan informasi yangberada di sekolah, baik tingkat dasar sampai dengan tingkat menengah.Perpustakaan sekolah harus dapat memainkan peran, khususnya dalammembantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Untuk tujuan tersebut,perpustakaan sekolah perlu merealisasikan misi dan kebijakannya dalam memajukanmasyarakat sekolah dengan mempersiapkan tenaga pustakawan yang memadai, koleksiyang berkualitas serta serangkaian aktifitas layanan yang mendukung suasanapembelajaran yang menarik.Dengan memaksimalkan perannnya, diharapkan perpustakaan sekolah bisamencetak siswa untuk senantiasa terbiasa dengan aktifitas membaca, memahamipelajaran, mengerti maksud dari sebuah informasi dan ilmu pengetahuan, sertamenghasilkan karya bermutu. Sehingga pada akhirnya prestasi pun relatif mudah untukdiraih.

A. Dukungan Sekolah Terhadap Misi Perpustakaan Dalam membantu siswa untuk menghasilkan karya yang bermutu, perpustakaan tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan sekolah, terutama melalui kebijakan pimpinan(kepala sekolah), akan memperlancar tugas/kebijakan yang akan dijalankan oleh pengelola perpustakaan sekolah. Tugas perpustakaan dalam memajukan masyarakat sekolah melalui ilmu pengetahuan dan informasi harus diwujudkan secara efektif dan efisien. Masyarakat sekolah yang menjadi sasaran perpustakaan, mulai dari pihak manajemen sekolah, guru, siswa, pihak orang tua, dan segenap warga sekolah yang lainharus menjadi pintar dengan adanya perpustakaan sekolah.Khususnya siswa, yang menjadi obyek dari pada pembelajaran dan pengajaran,harus dikenalkan betapa pentingnya manfaat dari perpustakaan sekolah. Masyarakat sekolah yang sadar dengan kehadiran perpustakaan akan mewujudkan masyarakat yang gemar membaca/reading society. Begitu ironis ketika kita mengamati hasil dari sebuahpenelitian yang menunjukkan dari 50 sekolah yang diteliti, ternyata 8 sekolah diantaranya tidak mempunyai perpustakaan. Bagaimana siswa dapat menghasilkan karya dan mengukir prestasi jika di sekolahnya tidak tersedia perpustakaan?Memang, proses belajar siswa tidak hanya dilakukan di sekolah. Istilah long lifeeducation harus tertanam betul dan diaplikasikan dalam kehidupan siswa sehari-hari.Terutama menanamkan akhlak/nilai-nilai yang baik pada siswa. Perpustakaan dapat mengajarkannya tentang rasa tanggungjawab dalam meminjam dan menjaga koleksidari kerusakan/hilang, membiasakan aktifitas membaca dalam mengisi jam istirahat,serta kebiasaan baik lain yang tercermin dalam tata tertib maupun peraturan perpustakaan. Pihak sekolah berkewajiban mem-backup peraturan yang dikeluarkanoleh perpustakaan. Diharapkan dengan penanaman akhlak/nilai-nilai yang baik ini,siswa dapat lebih bertanggungjawab dalam kehidupan sosialnya, menjadi taat padaorang tua dan bapak ibu guru, serta menjadi warga masyarakat yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Bukankah hal tersebut juga merupakan prestasi bagi siswa?Karya yang bermutu dan prestasi hanya bisa diraih dengan adanya kemauan dankebiasaan siswa untuk terus belajar, lewat membaca di perpustakaan sekolah.Kegemaran membaca yang sudah terbudaya di kalangan siswa, harus diimbangiperpustakaan sekolah dengan menyediakan koleksi yang bermutu dan bervariasi.Bukankah untuk menyediakan koleksi tersebut dibutuhkan anggaran dari pihak sekolahyang tidak sedikit? Bukankah idealnya 5 % anggaran sekolah diserahkan untuk pengembangan perpustakaan?Setiap mata pelajaran yang diajarkan di sekolah/digariskan dalam kurikulum harus di backup dengan baik oleh perpustakaan. Siswa yang menerima pelajaran dikelas, harus terus dimotivasi untuk terus belajar mengembangkan ilmunya melalui proses membaca di perpustakaan. Misalnya dengan memberi tugas membaca diperpustakaan, menceritakan kembali serta membuat laporan. Dengan menyediakan fasilitas belajar yang menyenangkan, dan kedekatan pustakawan dengan siswa akan membantu proses kenyamanan belajar di perpustakaan. Hasilnya siswa diharapkan bisa menguasai sekaligus mengembangkan mata pelajaran yang diterimanya di kelas.Pihak manajemen sekolah perlu mendukung kebijakan untuk cinta kepada perpustakaan sekolah. Misalnya saja memberi hadiah kepada siswa yang sering membaca di perpustakaan, serta menghimbau kepada guru untuk memotivasi siswa dalam melengkapi informasi dan pengetahuannya demi menunjang proses pendidikan serta daya serap terhadap mata pelajaran. Siswa yang sudah mempunyai motivasi tinggi untuk belajar, tinggal menunggu waktu saja agar dapat berkarya dan berprestasi.

B. Kinerja Pustakawan Dalam Layanan Untuk mencapai tujuannya, perpustakaan sekolah perlu dikelola oleh pustakawan dengan tanggungjawab dan dedikasi yang tinggi terhadap layanan.Pustakawan sekolah harus mempunyai jiwa sabar, serta dituntut untuk memahami apaarti pendidikan sesungguhnya.Perilaku pustakawan sekolah yang bengis, kurang ramah, serta sifat-sifat negatif lain perlu dikikis habis. Sehingga siswa dapat lebih dekat dengan pustakawannya, yang merupakan penasihat siswa dalam belajar, serta mencari informasi dan ilmu pengetahuan.Pustakawan sekolah juga harus bersifat proaktif dan suka menolong. Siswa yang kurang paham bagaimana cara mengakses sebuah koleksi, misalnya saja cara menelusuri buku matematika tulisan Djoko Moesono. Pustakawan sekolah harus telaten dalam mengajarkan penelusurannya. Jika siswa mengetahui lewat judulnya, bisa langsung mengetik/mencari lewat judulnya. Atau kalau siswa lebih tahu siapa pengarang buku matematika tersebut, maka bisa dengan mengetik/mencari djoko moesono. Sehingga siswa lebih suka dan terbiasa dengan belajar, karena literatur yang mereka butuhkan untuk menunjang pelajaran, relatif mudah untuk diketemukan.Siswa yang dekat dengan pustakawannya, akan mahir dalam mencari dan menggunakan informasi dan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dalam proses penyerapan dan penalaran pelajaran mereka. Siswa yang mudah menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru, merekalah yang mudah pula untuk mengukir prestasi.Selain membantu siswa dalam mengakses koleksi, pustakawan sekolah harus menyediakan informasi plus dan memberi solusi atas kesulitan siswa dalam belajar.Informasi tambahan yang dibutuhkan siswa, baik itu ilmu pengetahuan dan teknologi baru, atau pun informasi lain seperti lomba karya ilmiah remaja. Informasi yang gress serta teknologi baru akan menarik siswa untuk berduyun-duyun memanfaatkan perpustakaan sebagi pusat sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Dengan informasi dan teknologi terbaru itulah, siswa bisa lebih bisa berkiprah dalam meraih prestasi.Tidak hanya menyediakan informasi paling gress saja, pustakawan juga harus menyiapkan ruang belajar, ruang diskusi, serta ruang untuk penelitian. Dengan adanya diskusi atau pun penelitian yang dilakukan siswa, berarti ada sinkronisasi antara kegiatan belajar di kelas dengan kegiatan nyata di lingkungan masyarakat sekitar. Atausiswa juga bisa mengembangkan bakat dan minatnya. Situasi bahwa belajar diperpustakaan sekolah dengan meja yang berdebu, terbatasnya meja untuk membaca, dan fasilitas yang sangat minim lainnya, harus diubah. Tidak harus perabot yang mahal-mahal, cukup sederhana saja. Pustakawan sekolah dan semua pengguna wajib memelihara dan membersihkan equipment yang ada. Sehingga tidak ada lagi kesulitan dalam belajar dan mengembangkan pelajaran. Siswa dapat belajar dengan nyaman, dan terus dapat berkarya.Demi ketertiban dan kenyamanan belajar di perpustakaan, pustakawan sekolahharus pandai-pandai membuat jadual tentang pemakaian ruang diskusi, ruang penelitian,sehingga tidak terjadi benturan antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Jadual tersebut dapat diberitahukan kepada guru kelas atau pun guru bidang studi yang bersangkutan. Dengan pengaturan jadual yang tertib, siswa dapat diajarkan bagaimana mengatur waktu belajarnya dengan baik. Demikain pula saat siswa berada di rumah,kebiasaan untuk bisa mengatur waktu belajar, akan membantu siswa, baik dalam penguasaan pelajaran maupun dalam mengembangkan ilmunya di masyarakat.Selain fasilitas yang cukup memadai dan waktu yang terjadual dengan baik,pustakawan harus bisa mewujudkan suasana belajar yang menarik bagi siswa.Pustakawan harus mengetahui dan sekaligus memahai teori pendidikan dan kaidah pembelajaran. Inovasi dalam memberikan layanan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan harus terus dikembangkan. Sikap acuh tak acuh terhadap siswa,terutama siswa yang membutuhkan bimbingan di perpustakaan harus dibuang jauh-jauh.Komunikasi positif, baik di kalangan anak-anak (siswa sekolah dasar) maupun remaja(siswa sekolah menengah) harus terus dibangun.
Pustakawan sekolah harus ‘dekat’ dengan masyarakat penggunanya, khususnya siswa. Bagaimana pustakawan sekolah bisa dipercaya sebagai tempat ‘curhat’, baikdalam kesulitan belajar atau pun dalam menambah informasi tentang sumber pengetahuan yang belum diajarkan di kelas. Diharapkan segala permasalahan yang terjadi dalam proses belajar mengajar selama di kelas atau di luar kelas, bisa ditemukan jawabannya. Sehingga siswa merasa nyaman, segala problematikanya dapat dicarikan solusi oleh pustakawan sekolah. Bukankan hal tersebut bisa menjadi motivasi siswa dalam berprestasi ?Di negara tetangga kita, Malaysia, pustakawan lebih besar perannya dalam ikut melaksanakan penelitian yang dilakukan siswa. Selain menyediakan sumber informasi,pustakawan sekolah juga membantu siswa dalam pembuatan laporan penelitian. Tidak hanya itu, ternyata pustakawan di sana juga bertugas untuk membantu bimbingan siswadalam mengerjakan tugas rumah maupun tugas di sekolah, jika siswa kurang paham terhadap mata pelajaran yang diajarkan di kelas. Kalau hal di atas bisa diterapkan dinegara kita, bisa-bisa tiap hari perpustakaan sekolah akan penuh sesak oleh siswa, baik yang ingin membaca, mencari informasi, atau pun melakukan bimbingan belajar. Dalam suasana belajar yang dengan kondusif, semua pihak akan dapat menghasilkan karya yang maksimal serta prestasi yang dapat membanggakan sekolah.Pustakawan sekolah merupakan jaminan tercapainya tujuan pendidikan. Karena lewat bimbingannya, masyarakat sekolah, khususnya siswa akan melek informasi,menjadi terbiasa dengan aktifitas membaca, lebih cerdas, dapat menghasilkan karyayang baik, serta memudahkan siswa dalam meraih prestasi, baik di sekolah maupun dilingkungan masyarakat.

C. Mutu dan Variasi Koleksi Pustakawan sekolah harus mahir dalam mengolah dan menata koleksi perpustakaan dengan baik. Sehingga saat koleksi dibutuhkan pengguna, sudah siap tersaji di rak sesuai kode buku/call number. Karena sebagian besar koleksi perpustakaan sekolah berupa buku penunjang kurikulum, maka mutu dari buku-buku itu harusdiperhatikan. Karena buku merupakan jendela ilmu pengetahuan yang bisa membuka cakrawala, mampu mengembangkan daya kreatifitas dan imajinasi karena membuat otak lebih aktif mengasosiasikan simbol dengan makna.Dengan terbiasa membaca buku, siswa akan terasah otak dan pola fikirnya.Membaca harus dijadikan aktifitas siswa sehari-hari. Buku harus dicintai dan bila perlu dijadikan sebagai kebutuhan pokok siswa dalam membantu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Jika ada kelebihan uang saku, daripada membeli mainan atau jajanan di sekolah, lebih baik membeli buku. Contoh lain dengan membentuk suatu kelompok baca, membeli secara patungan. Buku tersebut bisa dimanfaatkan secara bersama, atau pun bisa didokumentasikan ke perpustakaan sekolah.Idealnya, setiap perpustakaan sekolah mampu menyediakan minimal 2.500 judul buku. Judul sebesar itu tidak termasuk koleksi lama yang telah dipunyai, akan tetapi koleksi uptodate yang sangat dibutuhkan masyarakat sekolah. Memang terasa cukup berat. Dengan anggaran yang terbatas, perpustakaan sekolah harus menyediakan koleksi uptodate yang sedemikian besar jumlahnya.Untuk tujuan baik, kita semua harus berusaha bukan? Memang kalau ditanggungsendiri oleh perpustakaan akan terasa berat dan imposible. Bukankah banyak alternatif cara pengadaan koleksi untuk mencapai jumlah ideal di atas?? Contoh. Sekolah Adengan keterbatasan dana hanya mampu membeli 1.000 judul buku yang uptodate.1.500judul yang belum terpenuhi bisa disiasati dengan bekerjasama dengan perpustakaan sekolah B. Untuk jangka waktu 1 bulan koleksi yang ditukar dengan sekolah B sejumlah 500. Dengan perjanjian yang ditetapkan bersama, sekolah A akan mendapat pinjaman sejumlah buku yang sama. Setelah kerjasama selesai, bisa dilanjutkan dengan sekolah C. Begitu seterusnya. Sehingga siswa merasa koleksi yang dibaca di perpustakaan selalu ada yang baru, bacaan mereka terus berganti-ganti. Dengan cara itu, jumlah koleksi perpustakaan bisa melampaui target minimal 2.500 judul buku, walau tidak harus dipunyai sendiri. Dengan bacaan uptodate yang terus berganti, siswa menjadi kaya akan wawasan, ilmu pengetahuan, informasi, tidak gaptek serta menjadi siswa pintar yang mempunyai segudang prestasi.Kita juga dapat menggunakan pedoman yang dibuat oleh IFLA/UNESCO dalam menyediakan koleksi yang bermutu dan variatif, yaitu rumusan yang menyatakan bahwasetiap siswa mendapatkan jatah 10 judul buku. Angka ini lebih kecil dibandingkan dengan kondisi perpustakaan sekolah yang ada di negara maju seperti Amerika. Di sana,untuk setiap siswa, perpustakaan sekolah mampu menyediakan 40 judul buku.Akan tetapi, sekali lagi hal itu bisa disiasati. Misalnya saja dengan mendirikan kelompok baca yang terdiri dari 10 siswa. Tiap-tiap siswa membawa 1 buku, sehingga total per kelompok baca berjumlah 10 judul buku yang berbeda. Untuk setiap kelompok baca dijadualkan bisa menyelesaikan seluruh bacaannya dalam waktu 1 minggu. Setelah itu, bisa menceritakan kembali bacaan yang dibacanya, meringkas, atau pun membuatlaporannya. Baru kemudian diadakan tukar-menukar bacaan diantara semua kelompok baca yang terbentuk disekolah. Apabila jadual tukar-menukar tersebut sudah terpenuhi,maka dilakukan periode baru, sehingga buku yang beredar di masing-masing kelompok baca akan mengalami peremajaan/pergantian koleksi yang baru. Sehingga siswa akan menjadi terbiasa dengan membaca, memahami setiap bacaan, kaya akan wawasan danilmu pengetahuan, yang menjadi prasyarat agar siswa bisa berprestasi.Untuk menambah koleksi yang bermutu dan variatif, perpustakaan sekolah jugabisa menempuh langkah sebagai berikut. Setiap siswa yang lulus sekolah, diwajibkanuntuk menyumbangkan 1 buku untuk dijadikan koleksi perpustakaan. Akan tetapi langkah ini perlu disosialisasikan kepada seluruh siswa, guru, manajemen sekolah,bahkan wali siswa, agar tidak terjadi salah pengertian di kemudian hari. Dengan koleksiyang bermutu dan variatif, diharapkan akan menumbuhkan kegemaran membaca sertadapat meningkatkan kemampuan berbahasa siswa.Koleksi yang memadai merupakan jaminan tercapainya tujuan pendidikan,khususnya di sekolah. Formasi untuk koleksi di perpustakaan sekolah seyogyanya berisi60 % mewakili buku non fiksi penunjang kurikulum, sedangkan 40 % berupa novel,majalah, CD, game, video, dsb. Tidak baik jika sebuah perpustakaan sekolah mengisi sebagian besar koleksinya dengan buku non fiksi saja/buku pelajaran semua. Karenasiswa juga membutuhkan bacaan sebagai hiburan/refreshing seusai mereka berkutatdengan pelajaran di kelas. Pun demikian, sangat tidak baik juga apabila koleksiperpustakaan diisi dengan banyak buku-buku fiksi. Bukankah perpustakaan tidak sama dengan persewaan komik di pinggir-pinggir jalan?? Yang bisa melalaikan siswa dari tujuan utamanya untuk belajar di sekolah ??Sesekali perpustakaan sekolah, harus mencoba untuk mengadakan penelitian‘kecil-kecilan’ untuk lebih meningkatkan layanan kepada masyarakat sekolah. Misalnya saja bekerjasama dengan guru dalam menyebarkan angket kepada siswa, mengenai jenis-jenis bacaan yang disukai siswa. Hasil daripada angket tersebut bisa menjadikan masukan perpustakaan sekolah khususnya, maupun pihak manajemen dan guru.Memahami akan kebutuhan bacaan siswa, akan memotivasi siswa untuk cinta kepadamembaca, cinta terhadap bacaan, sebagai penghargaan/penghormatan terhadap sebuahkarya, sekaligus mendorong mereka untuk menghasilkan karya yang bermutu danprestasi.Selain buku, minat membaca siswa perlu difasilitasi misalnya dengan membuat majalah dinding untuk science, atau pun karya sastra yang lainnya. Siswa bisa menggunting informasi yang bermanfaat dari koran/majalah di rumah, untuk dibawa keperpustakaan sekolah. Kemudian untuk setiap hasil guntingan tersebut dikelompokkan menurut topiknya, untuk kemudian ditempel dan dipajang sebagai hasil karya darisiswa. Dalam kurun waktu tertentu, majalah dinding di perpustakaan sekolah ini harusterus di-update. Hal ini akan memotivasi siswa, selain untuk gemar membaca, jugagemar berkarya. Lewat karya di dinding ini pula, akan terjadi penyebaran informasi yang bermanfaat bagi siswa-siswa lain yang membaca. Sehingga makin banyak siswa yang pandai, cerdas dan semakin mudah pula mereka untuk berprestasi.Agar tidak gaptek serta tidak ketinggalan informasi, koleksi perpustakaan jugaperlu ditambah dengan akses internet, bisa berupa jurnal pendidikan atau pun informasi terkini lainnya. Pendidikan penelusuran informasi/browsing di internet harus diajarkan sejak pertama kali siswa masuk di sekolah, karena akan besar manfaatnya untuk membantu proses pendidikan yang berlangsung. Setelah itu perlu dilakukan pembinaan terprogram dan monitoring terhadap aktifitas siswa dalam ber-internet. Hanya informasiyang benar-benar bermanfaat saja yang bisa dijadikan sumber ilmu pengetahuan danpelajaran siswa dalam kelas. Dengan internet, waktu pencarian terhadap sebuah informasi relatif lebih cepat. Dan informasi dari internet akan lebih uptodate. Apa punmasalah yang ditemui siswa, pasti ada solusinya di internet. Siswa juga dapat mengembangkan pelajarannya dengan dibantu sumber dari internet. Dengan internet siswa akan menjadi pelajar yang plus, prestasi pun sudah menanti di depan.

D. Mitra Siswa Dalam BelajarPerpustakaan sekolah merupakan pusat masyarakat sekolah dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Selain kinerja pustakawan sekolah serta koleksi yang baik, aktifitas layanan perlu diberdayakan guna mendukung peran perpustakaan sekolah. Aktifitas layanan perpustakaan sekolah akan banyak dipengaruhi oleh aktifitas siswa dalam memanfaatkannya.Sebagai mitra siswa dalam belajar, perpustakaan sekolah dapat merencanakan user education agar siswa memahami maksud dan tujuan layanan yang diberikan.Pustakawan sekolah harus kreatif dalam mengemas layanan panduan siswa ini. Jadualuntuk user education ini perlu disusun sedemikian rupa agar berjalan secara efektif. Disini siswa perlu dikenalkan bagian-bagian yang ada di perpustakaan sekolah. Sepertibagian peminjaman, penjajaran/shelving di rak koleksi, dsb. Di samping itu, perlu jugadiajarkan fungsi dari masing-masing koleksi yang ada di perpustakaan. Dengan memahami maksud beberapa informasi yang ada di perpustakaan, siswa tidak akan salah jalan ketika akan mencari informasi dan ilmu pengetahuan sebagai pelengkap/tambahan dari mata pelajaran yang diterima di kelas.Di kelas, pelajaran yang mereka terima tentu dapat dikembangkan dengan menggunakan acuan/sumber informasi di perpustakaan. Siswa bisa memperdalam ilmunya secara lebih detail. Proses penyerapan dan penalaran pelajaran merupakan awal dari proses yang harus dilalui siswa untuk menghasilkan karya yang bermutu. Siswa yang sering memanfaatkan perpustakaan sekolah, akan terbiasa dengan koleksi yang ada. Karena kelengkapan sumber informasi sangat menentukan dalam membuat karya yang bermutu, maka semakin banyak sumber informasi yang dipakai, makin baik pulasuatu karya dapat dihasilkan.Dengan rasio jumlah pustakawan sekolah dan siswa yang jauh dari ideal, maka seyogyanya sejak dini perpustakaan telah mengenalkan bagaimana tips-tips memanfaatkan layanan dan koleksi yang ada untuk membantu mencapai tujuan pendidikan siswa. Misalnya untuk sekolah dasar kelas 4 dan 5, sedangkan sekolah untuksekolah menengah kelas 2. Selain mereka diberikan bimbingan cara memanfaatkan perpustakaan dengan benar, mereka juga dibebani kewajiban untuk mensosialisasikan kepada adik-adik kelasnya. Dengan pendidikan yang berantai, seluruh siswa akan mempunyai ilmu tentang bagaimana memanfaatkan perpustakaan sekolah dengan baik sehingga akan lebih termotivasi untuk belajar. Belajar akan menjadi aktifitas sehari-hari siswa. Siswa yang terbiasa dengan belajar, akan lebih mudah pula dalam berprestasi.Siswa juga harus terus untuk dilatih berdiskusi. Misalnya saja berdiskusi tentangsuatu cerpen atau mendiskusikan tentang terjadinya gelombang pasang air laut yang disebabkan oleh gerhana bulan. Bertempat di ruang diskusi perpustakaan sekolah,dipandu oleh guru dan pustakawan sekolah, siswa dilatih untuk mengungkapkan ide-ide ilmiahnya, mempertahankan pendapatnya, serta mencari solusi/kesimpulan dari suatu permasalahan yang terjadi. Untuk bisa mendapatkan ide ilmiah, siswa terlebih dahulu harus terbiasa dengan membaca maupun browsing di internet, sehingga wawasan keilmuan siswa akan lebih luas dan terfokus. Siswa yang kaya akan berbagai ide ilmiah,tidak akan kesulitan dalam berkarya dan berprestasi.Menjajal penelitian terhadap masalah yang terjadi di sekitar, dihubungkan dengan dengan mata pelajarannya, sangat mungkin dikerjakan oleh siswa. Dengan dibantu guru pembimbing penelitan dan pustakawan sekolah, siswa akan lebih bersemangat dan termotivasi dalam penelitian. Perpustakaan sekolah harus menyediakan semua informasi yang dibutuhkan selama penelitian berlangsung,termasuk dalam pembuatan laporan penelitian.Selain memberikan layanan terfokus pada siswa, perpustakaan sekolah dapat mengembangkan dan meningkatkan layanannya, bekerjasama dengan pihak-pihak terkait, antara lain orang tua siswa, sekolah sejenis yang lebih baik, serta denganperpustakaan umum/daerah.Orang tua siswa merupakan mitra belajar siswa di rumah. Dalam program membaca sebagai aktifitas siswa di rumah, perpustakaan sekolah dapat memotivasi orang tua agar menjadi teladan bagi putra-putrinya. Saat menunggu anaknya pulang sekolah, orang tua bisa meluangkan waktu untuk membaca di perpustakaan sekolah.Selain itu, peran oarang tua juga bisa menjadi penyedia anggaran untuk pembelianbuku, memberi hadiah ulang tahun dengan buku cerita/science terbitan terbaru,membudayakan membaca surat kabar/majalah di rumah, serta mengajak anak-anak keperpustakaan umum/daerah saat setiap libur akhir pekan. Budaya membaca dan belajaryang dikembangkan orang tua akan mendarah daging pada anak, sehingga secaraotomatis, otak mereka selalu terasah dengan ilmu dan pengetahuan. Siswa tidak akan mengalami kesulitan lagi dalam penyerapan dan penalaran pelajaran jika otak merekaselalu terasah dan terbiasa dengan ilmu pengetahuan. Bukankah siswa berprestasi akan selalu mengasah pola fikirnya dengan ilmu pengetahuan ??Untuk menjadi lebih baik, perpustakaan sekolah harus terus berbenah. Studibanding dengan sekolah yang sejenis, tetapi sudah terlebih dulu memiliki prestasi; harusterus dilakukan. Mereka bisa berbagi tentang cara belajar, cara menambah ilmu pengetahuan di luar kelas, cara memanfaatkan perpustakaan beserta koleksinya, dsb.Tujuannya agar rahasia sekolah unggulan dapat diterapkan, dan siswa yang belum berprestasi dapat berbagi pengalaman dengan siswa sekolah ungulan yang telahberprestasi.Dengan perpustakaan umum/daerah, perpustakaan sekolah juga bisa bekerjasama dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan layanannya kepada siswa,khususnya bagi siswa kelompok usia anak dan remaja. Kerjasama dapat dilakukan misalnya dengan melakukan study visit ke perpustakaan umum/daerah untuk mengetahui koleksi apa saja yang sesuai untuk siswa pada usia anak-anak atau remaja,serta layanan apa saja yang telah dihadirkan di sana. Sehingga sepulang dari perpustakaan umum/daerah, siswa akan memiliki wawasan tentang semua hal yang berkait dengan perpustakaan dan jasa layanannya. Sedangkan bagi perpustakaan sekolah, bisa berbenah ke dalam. Siswa yang senang dan sering memanfaatkan perpustakaan sebagai penyedia jasa informasi dan ilmu pengetahuan, akan terbantudalam mewujudkan prestasi dan cita-citanya.PenutupMisi perpustakaan sekolah perlu didukung kepala sekolah dengan menyediakan fasilitas dan anggaran sebesar 5 %, mem-backup tata tertib, serta memotivasi siswa untuk cinta terhadap perpustakaan. Jika tersedia fasilitas perpustakaan dengan kondisi yang baik, siswa akan bisa dan terbiasa belajar dengan baik.Untuk mengelola perpustakaan sekolah dengan baik, dibutuhkan pustakawan dengan dedikasi yang tinggi terhadap layanan, dekat dengan pengguna perpustakaan,proaktif, serta memahami tentang teori pendidikan dan kaidah pembelajaran. Sinergiyang baik antara siswa dan pustakawannya, akan berbuah prestasi bagi siswa serta kinerja yang baik bagi pustakawan.Kekuatan perpustakaan sekolah tidak hanya terletak pada pustakawannya, tetapijuga pada mutu dan variasi koleksinya. Idealnya, perpustakaan sekolah harus menyediakan 2.500 judul buku yang uptodate, yang terdiri dari 60 % buku non fiksipenunjang kurikulum dan 40 % koleksi berupa novel, majalah, CD, game, video, dsb.Atau bisa juga menggunakan rasio setiap siswa akan mendapatkan jatah 10 judul buku.Selain buku, koleksi perpustakaan juga perlu dilengkapi dengan kliping atau pun download dari internet. Dengan bacaan uptodate yang terus berganti, siswa menjadikaya akan wawasan, ilmu pengetahuan, informasi, tidak gaptek serta menjadi siswa pintar yang mempunyai segudang prestasi.Selain kinerja pustakawan serta koleksi yang baik, aktifitas layanan perlu diberdayakan guna mendukung peran perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah dengan berbagai aktifitas layanannya harus menjadi mitra siswa dalam belajar.Perpustakaan sekolah dapat mengembangkan dan meningkatkan layanannya,bekerjasama dengan pihak-pihak terkait, antara lain orang tua siswa, kerjasama dengan sekolah sejenis yang lebih baik, serta dengan perpustakaan umum/daerah. Melalui user education, siswa akan memahami tentang bagimana memanfaatkan perpustakaan sekolah dengan baik. Siswa yang senang dan sering memanfaatkan perpustakaan sebagai penyedia jasa informasi dan ilmu pengetahuan, akan terbantu dalam mewujudkan prestasi dan cita-cita pendidikannya.

(Sumber :Pustakawan Universitas Negeri Malang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar